BeritaDaerah

Praktisi, dan Pemerhati Olah Raga Mengadukan Masalah Rangkap Jabatan Ke Dewan Kehormatan DPRD Indramayu.

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Sudah sepatututnya induk organisasi olah raga harus bebas dari macam pengaruh, entah itu pengaruh kekuasaan, politik, rasis dan sebagai macam lainnya.

Karena pada hakekatnya olah raga sebagai alat pemersatu bangsa, sebagai pengharum nama bangsa, alat perjuangan bangsa dan sebagainya.

Namun nampak ironi apabila induk olah raga di jadikan sarana politik untuk menguatkan kekuasaan. Kita harusnya bisa berintropeksi diri mengapa level prestasi olah raga kita terus merosot bahkan cenderung kalah dengan negara lain!,

Hal ini bukan karena salahnya pembinaan olah raga dinegara kita tetapi olah raga sendiri sudah banyak kepentingan politik yang hadir di dalamnya.

Seperti halnya yang terjadi pada pergantian pengurus dan ketua Koni di Indramayu yang berlangsung pada tanggal 11 Maret 2021 bertempat di aula bank Jawa Barat / Banten(BJB) cabang Indramayu pada acara Musorkablub KONI (Komite Olah Raga Nasional Indonesia) yang menghasilkan ketua umum KONI Indramayu dari ketua lama Sugianto kepada H.Sirojuddin SH yang mengandung kontrofensi dan di duga melanggar Pasal 40 Undang Undang no.3 Tahun 2005 tentang Sistim Keolahragaan Nasional.

Pasal 56 ayat 1 Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan berdasarkan penjelasan pasal 56 ayat 4 Peraturan Pemerintah nomor 16 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

Sejumlah elemen masyarakat dan pemerhati olah raga mengajukan surat keberatan atas keputusan penetapan ketua umum Koni Indrmayu H.Sirojuddin SH.Adapun aliansi yang mengajukan keberatan tersebut adalah:

1.Aliansi Masyarakat Pemerhati OlahRaga dengan juru bicara Muji mengatakan,” bahwa dirinya keberatan dengan keputusan pergantian pengurus KONI Indramayu yang sarat kepentingan politis dan hal ini sudah di ingatkan dari awal sebelum acara Musorkablub

2. Aliansi Pemuda Peduli Olah raga (Pemporkasi) dengan juru bicara Daus mengatakan,” bahwa Sirojuddin itu kan pejabat publik yang di pilih oleh rakyat dan merupakan sakah satu wakil ketua DPRD Indranayu, jadi menurut Peraturan Pemerintah itu tidak diperkenankan menjabat ketua umum KONI Indranayu, dan saya pribadi tidak ada dendam ataupun sentimen yang perlu digaris bawahi adalah adanya aturan tentang larangan tersebut,”paparnya

3.P3K (Pasukan Pejuang Pencari Keringat) melalui juru bicaranya yang tak mau disebutkan namanya mengatakan,” tujuan gugatannya sama dengan yang lain bahwa,” pemilihan Ketua dan pengurus KONI sudah melawan hukum dan tidak syah,” tegasnya.

Mereka semua diterima oleh Badan Kehormatan DPRD Indramayu dengan ketua: H.Ruyanto,Anggota Karnadi, H.Imam Nul Mutaqim dan Sandi Jaya Pasa.

Menurut ketua H.Ruyanto dalam keterangan persnya mengatakan,” bahwa ada 6 elemen masyarakat yang datang mengajukan keberatan dan DPRD melalui sekertariat dewan akan memproses pengaduan tersebut karena ini ranahnya dewan Kehormatan DPRD, maka nanti dari dugaan yang ada di sini terjadi rangkap jabatan.nantinya dewan kehormatan memanggil terlapor untuk di dengarkan keterangannya serta barang bukti sebagai penguat, baru setelah itu kita memanggil pihak terkait serta visit ke KONI Indramayu untuk mendengar keterangan dan barang bukti baru kemudian akan di panggil tergugat untuk dimintai klarifikasinya sebelum mengambil keputusan dewan kehormatan memakai tenaga ahli untuk didengarkan pendapatnya dan bila terbukti bisa jadi tergugat untuk memgundurkan diri dari keanggotaan sebagai anggota DPRD Indramayu sesuai tata tertib yang ada,” tegasnya.

 

Seharusnya setiap pejabat publik memikirkan terlebih dahulu dampak yang akan di terima, jangan karena perintah partai lalu menerima begitu saja tugas tersebut walaupun hal tersebut berbenturan dengan undang undang serta peraturan yang berlaku.

Membina olah raga bukan semudah kita membalikkan telapak tangan perlu orang yang benar benar mengerti serta paham dalam dunia olahraga dan permasalahannya bukan main perintah, main tunjuk demi sebuah ambisi dan pencitraan, ingat bahwa seorang pemimpin itu dipilih oleh rakyat dan harus bisa membawa aspirasi rakyat!!!

Pembinaan olah raga akan jalan ditempat ataupun tenggelam bila dicampur adukkan dengan masalah politik, karena olah raga itu netral tidak ada kepentingan partai yang bermain di dalamnya!!!!

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: