BeritaDaerah

Penyusunan RDKK Untuk Petani Di Wilayah Pasekan.

Indramayu Jarrakposjabar.com. Untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk pada musim tanam yang terjadi setiap tahun. BPP (Balai Pelatihan Pertanian) kecamatan Pasekan yang berfungsi sebagai liding sektor penanganan pertanian di Indramayu mempunyai tugas yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan pangan terutama beras, serta pengelolaan lahan pertanian secara baik agar kebutuhan pangan tetap terkendali.

Oleh karena itu dalam hal pengelolaan lahan persawahan agar menghasilkan panen dengan kwalitas yang baik diperlukan sarana pendukung seperti, cara pengolahan sawah yang baik, bibit yang unggul, tata tanam yang baik, tersedianya air yang cukup, penggunaan pupuk dan peptisida yang tepat serta tata cara panen yang standar.

Saat ini selain sistim irigasi yang sudah cukup baik, kini BPP sebagai garda terdepan harus mampu memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah kepada para petani.

Bertempat di kantor BPP Pasekan blok liong desa Pasekan diadakan penyusunan RDKA(Rencana definitif Kebutuhan Kelompok) yang disusun oleh kelompok tani didampingi PPL(Penyuluh Pertanian Lapangan) untuk musim tanam 2022 mendatang.

Hadir dalam penyusunan RDKK tersebut Camat Pasekan A.Syafuddin As, Kepala BPP Pasekan Moch. Muslikh, para PPL, kelompok tani dan para pemilik kios pupuk yang ada di wilayah kecamatan Pasekan. Dalam sambutannya Camat Pasekan A.Syafuddin AS mengatakan,” agar para pemilik kios bersifat jujur dalam hal pendistribusian pupuk bersubsidi yang di sediakan oleh pemerintah, dan juga para petani harus benar benar memanfaatkan kartu tani untuk kemudahan pemberian pupuk bersubsidi ini, jangan merasa mentang mentang sebagai petani terus tidak mempunyai kartu tani datang ke kios minta pupuk bersubsidi dengan marah marah, hal ini jelas akan merugikan petani yang sudah mempunyai kartu tani, oleh karena itu marilah kita semua harus bijak dalam menyikapinya,” tegasnya.

Sementara itu Kepala BPP Pasekan Moch.Muslikh menjelaskan,” apa yang dilakukan saat ini adalah untuk membuat seberapa besar kebutuhan pupuk bersubsidi untuk para petani di wilayah Pasekan, juga dalam rangka pembuatan kartu tani yang nanti telah ditunjuk oleh pemerintah yaitu dari bank Mandiri, jadi bukan dinas Pertanian atau BPP yang mengeluarkan kartu tersebut, BPP hanya mengusulkan saja,” paparnya.

Diharapkan kedepan yang memegang kartu pupuk adalah mereka yang mempunyai lahan sawah atau orang yang sedang menggarap sawah, jadi bagi pemilik sawah tetapi tidak menggarap atau dengan kata lain sawahnya di gadai atau digarap oleh orang lain maka kartu tani nya juga harus di serahkan kepada yang berhak, begitu juga sebaliknya,” tambah Muslikh.

Salah seorang pemilik kios pupuk yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan,”Dirinya sering adu mulut dengan petani yang minta dilayani pupuk bersubsidi padahal namanya tidak muncul di daftar RDKK ini sering kali terjadi dibilang ada nanti saya di protes sama petani yang namanya ada di RDKK, begitu pula jika si pemilik ini lama menebus pupuk bersubsidi kemudian pupuk tersebut habis mereka menuduh kita bermain curang, jujur saja harga pupuk yang di jual per kwintal seharga Rp.230.000 – 240.000 saja itu untuk pupuk urea dan tsp, mudah mudahan dengan adanya kartu tani ini petani lebih mudah mengerti, karena kami pemilik kios ini serba salah bila harus berhadapan dengan hal ini, untungnya tidak seberapa tapi malunya ini,” tegasnya.

Menurut salah satu staf Bank Mandiri Rico yang ditemui dalam pertemuan tersebut mengatakan,” Bank Mamdiri hanya memfasilitasi pembuatan Kartu tani yang mana datanya di ambil langsung di BPP yang ada dalam RDKK, kalau untuk mesin edisi itu syaratnya kios pupuk itu harus punya kerja sama dengan bank Mandiri dengan kaota masing masing pemegang Kartu tani itu 2 kwintal untuk lahan garapan 2 hektar,pembayaranya menggunakan mekanisme tunai dan non tunai untuk tunai petani cukup membawa 1 amplop yang berisi kartu tani dan atm, sedangkan non tunai yaitu dengan cara membawa kartu tani dan uang saja, sesuai kebutuhan pembelian pupuk bersubsidi tersebut dan kartu tani memiliki beberapa keuntungan yaitu tidak ada biaya administrasi dan tabungan mengendap,”ucapnya.

Mudah mudahan dengan adanya urung rembuk dengan pihak pihak terkait ini dalam penyusunan RDKK serta pengajuan kartu tani ini tidak ada lagi masalah yang berarti dalam pendistribusian pupuk bersubsidi ini kepada para petani, sehingga akan terjamin stok pangan untuk tahun kedepan dan para petani juga harus jujur dalam penggunaan pupuk bersubsidi jangan sampai kartu tani ini diperjual belikan demi memperoleh keuntungan beberapa rupiah saja.

Seharusnya para petani jangan berlebihan dalam menggunakan pupuk untuk tanaman padi tetapi harus mulai berubah dengan menggunakan pupuk yang bersumber pada bahan baku alam ataupun kompos, s ehingga penggunaan pupuk serta obat obatan yang mengandung senyawa kimia ini bisa dikurangi, kalau bisa di kurangi akan berakibat penurunan biaya proses produksi atau biaya tanamnya.

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: