BeritaDaerah

Pelaksanaan Program Pisew Didesa Brondong, Pabean Ilir dan Totoran kecamatan Pasekan Tidak Sesuai Best.

Indramayu.Jarrakposjabar.com.Pemerintah meluncurkan program Pisew dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur agar mendorong pertumbuhan ekonomi secara maksimal .

Untuk tahun 2021 ini pemerintah daerah Indramayu melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Kimrum) Indranayu sebagai penanggungjawab program tersebut.

Di kecamatan Pasekan terdapat 3(desa) yang mendapat program Pisew yaitu desa Brondong, Pabean Ilir dan Totoran dengan masing masing panjang jalan yang dikerjakan 300 m, dan lebar 3 m dan tinggi 0,15 m dan dana yang dikeluarkan untuk 3 desa tersebut sebesar Rp..400.000.000,-.

Dalam pelaksanaan dilapangan ditemukan beberapa keganjilan dalam pelaksanaan proyek Pisew tersebut diandaranya:
1. Penggunaan batu kali yang tidak sesuai spek proyek.
2. Jenis hotmix yang digunakan ukuran 200 bukan yang 300.
3. Tidak adanya kerangka baja di tengah antara batu dan hotmix.
4. Tinggi coran kurang dari 015 cm.
5. Koli ( lubang slub) yang terlalu lebar.
Dengan adanya temuan tersebut terkesan proyek pisew ini terkesan asal asalan tidak ada perhitungan yang matang dalam pelaksanaannya!.

Ketika menghubungi pihak desa Totoran yang mendapat paket proyek pisew tersebut Pjs Kuwu Novi mengatakan,”program Pisew ini di kerjakan oleh satu orang bernama Asmadi baik itu desa Pabean Ilir, Brondong maupun Totoran ini artinya pekerjaannya bukan dilakukan oleh masing masing desa, dengan kata lain desa tidak terlibat terlalu jauh .Kami semua tergabung dalam BKAD(Badan Kerja Sama Antar Desa) dalam hal pengerjaan proyek Pisew ketuanya Asmadi,” tegasnya.

Sementara itu pihak Kimrum selaku otoritas pengawasan proyek melalui bagian perencanaan mengatakan,” bahwa benar kecamatan Pasekan melalui desa Brondong, Pabean Ilir dan Totoran mendapat proyek Pisew yang nilainya Rp.400.000.000,- untuk 3 desa tersebut,” ujarnya.

Seharusnya pelaksanaan proyek apapun harus terkordunasi dengan baik, sehingga mutu dan pelaksanaan jalan itu sendiri lebih tahan lama, terukur dan juga tidak sekedar seremonial belaka demi mengeruk keuntungan bagi segelintir orang.

Karena pada dasarnya proyek yang digulirkan itu memakai anggaran negara, bukan dikeluarkan oleh uang atas nama pribadi, apalagi partai!!!!. Mari kita bersama awasi jalannya proyek yang memakai uang negara agar terjamin mutu dan kwalitasnya.

Jadi jujur dan terbuka adalah kunci utama dalam mengerjakan proyek itu, jangan coba coba berbisnis dengan negara kalau tak mau terkena dampaknya!!.

 

 

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: