BeritaJawa Barat

Adanya Laporan Masyarakat, Petugas Imigrasi Bandung Berhasil Mengamankan WNA Asal India.

BANDUNG – JARRAKPOSJABAR.COM. Petugas Imigrasi Bandung menangkap seorang warga negara India, Mohammed Ashraf (48 ) di lokasi kos – kosan di daerah Cicaheum Kota Bandung.

Penangkapan itu bermula dari adanya laporan masyarakat bahwa di lokasi kos – kosan daerah Cicaheum ada seorang WNA yang diduga tidak memiliki identitas yang lengkap.


BACA JUGA: Perkuat Akses Informasi Pelayanan Publik, Kemenkumham Siapkan Database Melalui SIPP

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Bandung, Mangatur Hadi Putra Simanjuntak bersama petugas lainnya langsung bergerak ke TKP untuk melakukan pemeriksaan atas informasi WNA tersebut 17 Mei silam.

” Benar, ketiika diperiksa, WNA bernama Mohammed Ashraf tidak dapat menunjukkan Paspor atau identitas lainnya”, terang Mangatur Senin, 14/06/2021.

BACA JUGA: BREAKING NEWS. Kemenkumham Jamin Bantuan Hukum Bagi Petugas LP Penanganan Napi Teroris.

Saat itu juga WNA itu dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas I Bandung untuk ditahan diruang Detensi Imigrasi dan selanjutnya di BAP, ujarnya.

Lebih lanjut Mangatur menjelaskan WNA asal India, Mohammed Ashraf langsung dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bandung karena diduga melakukan tindak Pidana Keimigrasian sebagaimana diatur dalam Pasal 71 huruf b UU No. 6 Thn 2011 tentang Keimigrasian jo Pasal 116 UU No. 6 Thn 2011 tentang Keimigrasian.

BACA JUGA: Innalilahi Wainnailihi Rojiun . Berita Duka Datang Dari Menkumham, Istri Yasona Lolly Meninggal Dunia.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Dalyusra dan Penuntut Umum : Mengatur Hadi Putra Simanjuntak dan Fachmi Nugroho (PPNS pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung), Jumat, 28 Mei 2021 menjatuhkan hukuman karena terbukti terdakwa, Mohammed Ashraf telah melanggar Pasal Pasal 71 huruf b UU No. 6 Thn 2011 tentang Keimigrasian jo Pasal 116 UU No. 6 Thn 2011 tentang Keimigrasian dan Putusan pidana berupa pidana denda sebesar Lima Juta Rupiah (Rp. 5.000.000,-) subsider 1 (satu) bulan penjara apabila tidak dapat membayar pidana denda, jelas Mangatur.

” Namun terdakwa memilih untuk membayar pidana denda sebesar Lima Juta Rupiah (Rp. 5.000.000,-) dan disetorkan ke Kas Negara melalui pihak Kejaksaan Negeri Kota Bandung selaku eksekutor”, ungkap Mangatur.

BACA JUGA: Serbuan Vaksinasi Covid-19 TNI-Polri, Wali Kota: Saya Ucapkan Terima Kasih Kepada TNI Dan POLRI. 

Kini Mohammed Ashraf, kelahiran Hassan Kamataka ( India ), 05 Agustus 1973 itu masih ditahan di ruang Detensi Imigrasi Bandung hingga menunggu di deportasi ke negara asalnya, terang Mangatur.***

Deni Supriatna

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: