BeritaDaerah

Ketua dan Anggota Komisi IV DPR RI, Melakukan Kunker ke Indramayu.

Jarrakposjabar.com. Indramayu yang merupakan penghasil beras terbaik di Indonesia, mendapat perhatian yang serius dari para anggota DPR RI khususnya komisi IV yang membidangi 1.Pertanian, 2.Lingkungan Hidup,dan Kehutanan  dan 3. Kelautan.

Khusus tentang Pertanian Ketua dan anggota komisi IV datang ke Kabupaten Indramayu ingin mengetahui dan mendengar secara langsung permasalahan yang di hadapi oleh para petani terutama masalah distribusi pupuk bersubsidi yang di gulirkan pemerintah yang selalu menghadapi kendala di lapangan hingga menghilang dari peredaran di saat memasuki musim tanam tiba, selain itu masalah irigasi (ketersediaan air ) dan harga gabah yang murah dikala memasuki masa,panen raya tiba.

Rombongan Komisi IV DPR RI yang di pimpin ketua Sudi Wakil Ketua H.Dedi Mulyadi SH, anggota Ono Surono ST (asal Indramayu) dan lainnya melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Indramayu tepatnya di Kecamatan Bangaudua.

Dalam Kunjungan Kerja tersebut rombongan di dampingi Dirjen Pertanian pangan Dr.Ir Suwardi, Direktur Pt.Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman, Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat

Ir.Dadan Hidayat Msi, Bupati Indramayu Nina Agustina SH.MH RCA, Kepala Dinas Pertanian Indramayu H.Takmid, Plt Camat Bangodua Dulyono dan para ketua kelompok tani se Indramayu, Perwakilan asuransi tani, perwakilan bank Mandiri dan ketua Distributor Pupuk Indonesia.

Dalam kunjungan kerja  di kantor kecamatan Bangaudua, jalan raya Tegal girang Kabupaten Indramayu, rombongan komisi IV DPR RI melakukan audiensi dengan para kelompok tani yang ada di Indramayu, hal ini di lakukan untuk mengetahui secara seksama tentang masalah yang di hadapi oleh para petani di Indramayu.

Menurut ketua komisi IV Sudin SE mengatakan,” bahwa Kabupaten Indramayu yang terkenal dengan penghasil beras terbaik di Indonesia dan menyumbang terbanyak stok gabah di Indonesia sudah sepantasnya mendapatkan perioritas utama dalam pemenuhan kebutuhan di bidang pertanian.

Alokasi pupuk bersubsidi sekarang ini yang di anggarkan oleh pemerintah sebesar 25 Triliyun dan untuk Indramayu berdasarkan RKA sebanyak 2x dari permintaan tahun yang lalu dan kunjungan ini dalam rangka untuk melihat pelaksanaan di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu dari tanya jawab dengan petani antara lain menanyakan Warsono dari Tukdana menyanyakan harga kesedian pupuk bersubsudi yang selalu hilang di pasaran, harga gabah yang sangat murah dan pemberian kartu tani yang tidak jelas di harapkan pemerintah dapat menangani permasalahan ini!,” tuturnya.

Menurut dirut Pt.Pupuk Indonesia mengatakan,” bahwa pihaknya akan mengatur lagi kebutuhan pupuk di seluruh Indonesia, bila ada distributor, agen dan kios pupuk yang melakukan penyelewengan maka akan di cabut ijin distribusinya, berdasarkan bukti bukti yang ada dilapangan,” tuturnya.

Menurut wakil Ketua Dedi Mulyadi mengatakan,” pihaknya akan memberikan 2 (dua) opsi kepada petani yang 1. apakah subsidi pupuk di cabut tetapi harga gabah yang tinggi. 2. Diberikan subsidi pupuk tetapi harga gabah murah.

Sementara itu pada kunjungan ke Distributor pupuk di Toko Jana yang beralamat di jl.bangkaloa kecamatan Bangaudua ditemukan selisih harga pupuk yang bersubsidi tidak sama yang ditetapkan oleh pemerintah dan penggunaan kartu tani yang juga salah kaprah.

Menurut Dedi Mulyadi dalam keterangannya mengatakan,” pemegang kartu tani seharusnya diberikan prioritas dalam pelayanan mendapatkan pupuk bersubsidi, artinya otomatis data digitalnya akan keluar atau muncul, tetapi yang ditemukan data digitalnya tidak ada ini kan berarti mereka mendapat kartu tani ini dari mana? sistim pendataan orang RDKA ini masih manual,kalau sistimnya masih begini berat, jadi langkah yang di ambil adalah cabut senua kartu tani dan semua jenis pupuk tidak bersubsidi yang diberikan subsidi itu harga gabah atau harga pangan lainnya,” tambah Dedi.

Memang masalah ketersedia pupuk bersubsidi ini menjadi polemik, karena pada dasarnya bukan para petani sawah saja yang memerlukan pupuk, tetapi para petani tambak pun membutuhkan pupuk untuk menumbuhkan unsur hara tanah sebelum tambak diberikan bibit ikan ataupun udang.

Disamping itu banyak orang bermain dalam ketersedian pupuk dilapangan, maka diperlukan terobosan yang brilian atau ekstrim untuk mencegah semua orang bermain dengan pupuk ini, mulai dari politisi, pengusaha, agen, kios dan lain sebagainya.

Kita tidak bisa berbuat lunak pada mereka yang terlibat ataupun mafia pupuk karena toh pada akhirnya para petani yang dirugikan dengan situasi ini, bukankah kita harus berterima kasih pada petani?, coba pikirkan apa jadinya kehidupan bangsa ini kalau para petani mogok menanam padi???.

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu.
Editor : Kurnia

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: