BeritaDaerah

Tim sukses no 3 (Rasmani) Melakukan Pengambilan Undangan Pencoblosan ke Setiap Warga TelukAgung- Indramayu.

Indramayu.Jarrakposjabar.com.Pelaksanaan Pilku tingga menghitung hari tepatnya 2 hari lagi, banyak calon kuwu melakukan berbagai macam cara guna memperoleh simpati dari warga masyarakat. Ada yang dengan cara simpatik bahkan ada pula dengan melakukan kekerasan, indimidasi serta memaksakan kehendak pada warga masyarakat.

Menarik memang untuk disimak, namun jelas apa yang dilakukan jangan sampai mencederai arti dari pelaksanaan ” Demokrasi” itu sendiri dimana semua keputusan dalam memilih itu mutlak milik rakyat dengan kebebasan yang berdasarkan aturan yang mengikat, karena proses demokrasi itu sendiri akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas sesuai dengan keinginan masyarakat.

Desa TelukAgung yang masuk dalam wilayah kecamatan Indramayu, yang juga akan menyelenggarakan Pilkades serentak tahun 2021 ini. Dimana pada pelaksanaan Pilkades tahun ini di ikuti 4 orang calon kepala desa yang terdiri atas: 1. H. Dede Kurnaedi, 2. Supardjo SH, 3. Rasmani, 4. Asmawi. Gesekan antara calon pendukung pun cukup kental dan fanatisme yang berlebihan.

Namun apa yang di lakukan oleh tim sukses calon no 3 (Rasmani) jelaslah sangat berlawanan dan melanggar hukum yang berlaku yaitu tentang merampas hak orang lain dan memaksa serta mengintimidasi warga Teluk Agung yaitu dengan Cara menarik undangan yang telah dibagikan oleh Panitia Pilkades untuk datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) nanti pada tanggal 2 Juni 2021. Bila di katakan itu bukan tindakan masif dan terencana tetapi pada buktinya dilapangan banyak melibatkan orang dan terorganisir.

Menurut ketua Panitia Pilkades desa TelukAgung Sukma Samarudin SH yang ditemui di kantor balai desa TelukAgung mengatakan,” bahwa pihaknya telah memanggil semua calon Kuwu dan Tim sukses untuk menyatakan sikap yang tidak akan melanggar hukum yang berlaku, apabila hal itu terjadi maka akan di proses secara hukum. Acara penandatangan kesepakan itu di saksikan PJs Kuwu Teluk Agung Kastimaantoro S.I.P. perwakilan Polsek Indramayu,, Perwakilan Koramil Indramayu, para anggota panitia dan Ketua BPD Saefudin Juhri beserta anggotanya. Disamping itu pula kepada Tim Sukses no 3(Rasmani) untuk mengembalikan undangan surat suara kepada warga masyarakat dan untuk selanjutnya pihak panitia menyerahkan seoenuhnya pada masing masing calon kuwu apa di proses secara hukum atau musyawarah mufakat saja,” tegasnya.

Sementara itu seluruh panitia di dampingi anggota BPD, Babinsa dan Babinmas ikut mengadakan pendataan di lapangan. Dalam penyisiran yang dilakukan dari rumah ke rumah. Karena di sinyaalir masih ada kantu undangan Pilwu yang belum di serahkan ke warga masyarakat, seperti yang terjadi di blok bedaan dan blok bojong rt 14, 15 dan 16 rw 06 ada 8 warga yang belum menerima surat undangannya kembali.

Menurut warga masyarakat Titin dari Rt.16/06 Blok Bedaan mengatakan,” bahwa rumahnya didatangi oleh Daryan dan Dulah meminta kartu hak suara yang tadi pagi dibagikan oleh Panitia dengan alasan ada perubahan data sambil memperlihatkan bukti kartu undangan yang telah di minta dari warga yang lainnya, melihat gelagat tidak beres ke esokan harinya Titin datang ke Balai desa serta menanyakan tersebut kepada panitia, oleh panitia dijawab perubahan data tersebut tidak benar atau tidak ada, berdasarkan laporan warga tersebut panitia meminta Daryan dan Dulah untuk mengembalikan ” kartu undangan” tersebut, dan akhirnya ke esokan harinya semua surat Undangan tersebut di balikkan lagi,,” paparnya.

Sementara itu menurut salah satu Calon no 4. Asmawi (Bang Day) yang ditemui dirumaahnya mengaatakan,” pada prinsipnya dia dan caalon kuwu yang lain memaafkan perbuatan tersebut, namun proses hukum tetap berjalan karena ini sudah masuk unsur pidana dan ini harus di jadikan pelajaran agar dalam bersikap dan berbuat harus hati hati demi terselenggaranya Pilwu yang cerdas, aman, damai, lancar dan tanpa ekses. Siapapun nanti yang terpilih wajib di dukung,” ucapnya.

Menurut Saefudin Juhri SPd yang juga ketua BPD desa TelukAgung ketika diminta pendapatnya mengaatakan,” lebih baik mereka yang terlibat di proses secara hukum saja biar ada efek jera dan engga usah di maafkan, karena sangat jelas perbuatan itu sangat mengganggu ketenangaan masyarakat desa Teluk Agung yang cinta damai serta masyarakat juga harus cerdas dalam memilih jangan sampaii karena uang 20.000,- suara dapat dibeli karena ini juga salah satu permainan para bandar judi yang mau taruhaan pada Pilwu di desa TelukAgung ini, karena hal ini pernah terjadi di Pilwu sebelumnya,” tegasnya.

Pemerintah membuat regulasi Pilwu ini demi menjungjung pelaksanaan demokrasi di negeri ini dan juga sebagai pesta demokrasi tertinggi di desa karena ikatan historis antara kuwu dengan masyarakat begitu dekat, namun jangan karena emisuonal dan kemenangan sesaat kita melanggar segala aturan yang berlaku dan menghalalkan segala cara. Dalam hal ini hukum tetap harus ditegakkan kepada siapapun, kapanpun agar tercipta tatanan masyarakat yang paatuh kepada hukum. Marilah kita belajar jujur, menghormati serta belajar demokrasi secara baik dan bijak!!!!! Bukan sok pamer kekuasaan dan panitia, aparat hukum harus bertindak dengan tegas dan adil!!!!!

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: