BeritaDaerah

DPMD Indramayu Melakukan Bimtek pada Panitia dan Ketua TPS pada Pilkades

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Pelaksanaan Pilkades yang terus mendekati tinggal 8 hari lagi dari hari pelaksanaan yaitu tanggal 2 Juni 2021.

Dalam pelaksanaan nanti yang memakan dana anggara 36 milyar untuk 170 desa yang ada di Indramayu.Karena itu diharapkan agar pelaksanaan Pilkades ini berkualitas, menghasilkan pemimpin desa yang dapat menggunakan dana desa secara maksimal serta menguasai tingkat sosial masyarakat dan tata kelola pembangunan masyarakat secara baik serta tanpa ekses.

Bertempat di aula kecamatan Pasekan, DPMD Indramayu melakukan Bimtek untuk Panitia Pemungutan Suara ( PPS) yang ada 6 desa dalam pelaksanaan Pilkades serentak ini.

Sebanyak 60 orang ketua TPS dan ketua panitia dari 6 desa yang mengadakan Pilkades se kecamatan Pasekan mengikuti kegiatan tersebut.

Hadir pada pembukaan kegiatan tersebut Camat Pasekan A.Syaefudin AS, Kasie DPMD Aryadi S.I.P, nara sumber Kabid DPMD Indramayu Ahmad Sulaeman dan Erwin serta anggota dari tim DPMD Indramayu.

Pada saat yang bersamaan, acara kegiatan ini juga berlangsung, di kecamatan Indramayu, Sindang, untuk siang hari kegiatan akan diadakan di Kecamatan Balongan, Arahan dan Cantigi sampai nanti berakhir pada tanggal 27 Mei 2021.

Dalam kegiatan Bimtek ini selain memberikan pemaparan materi menyangkut pelaksanaan Pilkades dilapangan sesuai dengan Juklak dan Juklis yang berlaku, di samping itu pula diadakan tanya jawab mencakup temuan serta kendala yang terjadi dilapangan baik itu oleh panitia pemilihan maupun oleh petugas TPS (Tempat Pemungutan Suara) di kecamatan Pasekan yang mencakup desa Pasekan, Pagirikan, Brondong, Karang Anyar Ilir, Totoran dan Pabean Ilir.

Menurut camat Pasekan dalam sambutannya mengatakan,” agar para panitia dan betugas TPS dalam bekerja harus dibangun koordinasi baik itu dengan antara panitia pemilihan desa, kecamatan, pihak keamanan dan dinas PMD sendiri selaku panitia pelaksana di tingkat Kabupaten di samping itu jangan punya rasa memihak artinya harus bersifat netral dengan semua calon kuwu serta pendukungnya,” ujarnya.

Sementara itu menurut Kabid DPMD Indramayu Ahmad Sulaeman menjelaskan:” bahwa karena antusias warga masyarakat desa dalam Pilkades ini cukup besar lebih besar dari pelaksanaan Pilkada dan Pemilu dan pelaksanaan Pilkades ini dalam suasana pandemi covid-19 maka pelaksanaannya harus mengacu pada prokes serta diataur per TPS jadi tidak berpusat pada balai desa masing masing. Untuk pelaksanaan Pilkades sendiri menelan dana 36 milyar, karena itu pelaksanaannya harus lebih baik, serta jangan ada ekses, siapapun nanti yang terpilih itulah keputusan warga masyarakat yang terbaik jadi sudah semestinya di dukung oleh semua element masyarakat desa itu sendiri,” tegasnya.

Pemimpin yang berkualitas itu di hasilkan oleh proses Pilkades yang berkualitas pula, marilah kita sukseskan, awasi agar Pilkades ini berjalan, aman, nyaman, lancar dan tanpa ekses.

Jangan ada keberpihakan dan intimidasi, deskriminasi kepada warga masyarakat dari calon ataupun calon tertentu karena bagai manapun kebebasan memilih di atur dan dilindungi oleh undang undang dan negara Republik Indonesia ini, sudah bukan zamannya lagi panitia ini melakukan penindasan, keberpihakan dalam menentukan calon kepala desa yang menang, singkirkan kepentingan sesaat yang akan merusak tatanan demokrasi di negeri ini, biarlah warga masyarakat yang menentukan pemimpin di desanya! Ingat itu!!!, Berikan kebebasan dalam menentukan pilihan!!! Tolak manoy Politik, dan Black Campann!!

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: