BeritaDaerah

“Pembongkaran Pagar Pemisah Alun Alun Indramayu”.

Indramayu.Jarrakposjabar. Dalam rangka melaksanakan 10 Program Unggulan dan percepatan 100 hari kerja yaitu program alun alun rakyat (Alur) yang ditawarkan Bupati Nina Agustina dan Wakil Bupati Lucky Hakim baik semasa masa kampanye maupun setelah jadi Bupati Indramayu serta sesuai Janji kepada seluruh warga masyarakat Indramayu yang telah mendukung serta memilihnya sebagai Bupati Indramayu Periode 2021-2025.

Bupati Indramayu Nina Agustina SH MH CRA didampingi wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim Rabu (19/05/21) melakukan kegiatan pembongkaran Pagar alun alun pendopo Indramayu.

Hadir pada acara tersebut Waka Polres Indramayu. Kompol Galih, Kasdim 0616 Indramayu Mayor Inf Rukhiyat, Wakil ketua DPRD Indramayu H.Sirojudin SH, anggota DPR RI Ono Surono ST, Ketua Tim PKK Indramayu Anggi, Asda 2, Maman Kostaman, Asda 1 Drs.Jajang Sudrajat, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Kimrum) Indramayu Suryono, para Kepada Dinas, para Camat se Indramayu, Organisasi Masyarakat, Lembaga Sosial Masyarakat dan para warga Masyarakat Indramayu.

Sebagai penanggungjawab pelaksanaan pembongkaran dan pembangunan kembali areal pagar alun alun kepala dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan. Dana rehabilitasi sendiri bersumber pada APBD ( Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) masa pekerjaan selama 60 hari kerja.

Dalam sambutannya Bupati Iindramayu Nina Agustina SH. MH CRA mengatakan” bahwa pembongkaran pagar alun alun tersebut sesuai dengan program 100 hari kerja dan agar sesuai dengan keinginannya agar tidak ada jarak antara bupati dan warga masyarakat di samping itu pula agar alun alun di gunakan sebagai tempat berkumpul keluarga serta dijadikan tempat yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Indramayu, karena selama di era pemimpin dahulu, diciptakan jarak yang cukup jauh antara pemimpin dengan masyarakat Indramayu atas dasar itu pulalah di bangun pagar yang sangat tinggi, oleh karena dasar itu, dipemerintahan sekarang maka Nina Agustina merobohkan pagar pembatas tersebut”.

Bupati Nina berpesan agar nanti setelah jadi tempat yang baru para warga masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban dan kebersihan.

“Disamping itu pula nanti akan ada relokasi bagi para pedagang yang biasa berjualan didepan alun alun untuk pindah ke tempat yang disediakan yaitu Kulcim”,tegasnya.

Setelah acara sambutan dilakukan acara pembongkaran pada salah satu pagar secara simbolis yang di lakukan olen Bupati Nina Agustina dan Wakil Bupati Lucky Hakim di ikuti pula oleh para undangan dan perwakilan ormas, budayawan dan tokoh masyarakat yang hadir, di lanjutkan dengan pembongkaran secara menyeluruh dengan menggunakan alat berat (Excavator) dimulai dari pintu utama samping Masjid Agung Indramayu dilanjutkan sampai memutari seluruh pagar pembatas alun alun Indramayu.

Menurut dewi yang mewakili warga masyarakat yang hadir pada acara tersebut menyatakan,” apa yang di lakukan oleh Bupatii Indramayu Nina Agustina SH MH CRA adalah langkah yang sangat bagus dan tepat dalam rangka mengembalikan tata kota yang terkenal tertutup dan kaya kandang burung, tetapi jangan sampai pembangunan yang di lakukan hanya kepentingan politis semata atau rasa dendam yang berlebihan, karena alangkah bijaksana kalau masing masing pemimpin itu saling menghargai terlepas dari nilai negatifnya dan dapaat merangkul semua elemen masyarakat yang ada di Indramayu, biar terlihat indah harmoninya,” paparnya.

Lain lagi pendapat kang Slamet yang tempatnya tidak jauh dari alun alun mengatakan,” alangkah lebih baik dibuka saja pagarnya biar dana pembangunan alun alun di gunakan buat kepentingan masyarakat yang lain, toh masih banyak jalan jalan di tengah kota yang kondisinya memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan atau buat pengaman sosial aja dananya,” ujarnya.

Memang diperlukan kedewasaan dan kajian yang seksama dalam seorang pemimpin mengambil keputusan, jalan ditumpangi oleh rasa benci atau politis semata kepada pemimpin terdahulu, karena bagaimanapun pemimpin daerah (Bupati) juga manusia tak luput dari salah dan dosa yang jelas kita ini bagai mata uang yang mempunyai dua sisi yang berbeda berilah pelajaran yang baik pada generasi penerus kita dengan cara saling menghargai, saling asah, asih dan asuh tanpa ada bibit permusuhan dan dendam antara golongan, kita semua saling membutuhkan dan ajaklah mereka yang berseberangan demi cita cita Indramayu” Bermartabat”.

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu
Editor : Kurnia

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: