BeritaCovid - 19DaerahDaerahJawa BaratKab. KarawangKriminalKriminalitasSosial

Polisi Kembali Amankan Provokator di tengah Kemacetan Arus Mudik di Pos Sekat Tanjungpura Karawang, Jawa Barat.

Karawang, jarrakposjabar.com

Polisi kembali mengamankan dua provokator di tengah kemacetan arus mudik di Pos Sekat Tanjungpura Karawang, Jawa Barat. Setelah dilakukan pemeriksaan, salah seorang dari mereka, dinyatakan positif sebagai penguna narkotika.

Selanjutnya, dua provokator tersebut diamankan Tim Resmob Anaconda Satreskrim Polres Karawang yang turut diterjunkan jajaran Polres Karawang guna mengantisipasi tindakan-tindakan yang berupaya memecah-belah atau memprovokasi para pemudik dengan pihak kepolisian.

“Orang pertama yang diamankan merupakan pemudik. Dia mengarahkan pemudik untuk melawan arus,” ungkap Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra melalui Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana kepada wartawan di Pos Sekat Tanjungpura Karawang, Selasa (11/05/2021).

Oliestha mengatakan, kepolisian melihat gelagat mencurigakan dari pemudik itu. Salah satunya yakni mata si pemudik tersebut tidak fokus. Polisi kemudian membawanya ke Mapolres Karawang untuk dites urine. Setelah dilakukan pemeriksaan,  seorang pemudik yang hendak mudik ke Kabupaten Purwakarta tersebut, positif sebagai pengguna narkotika.

“Saat dilakukan tes urine, dia ternyata positif narkoba jenis sabu,” terang Oliestha.

Selain pemudik, kata Oliestha, polisi juga mengamankan seorang warga sekitar yang juga ikut menjadi provokator ditengah ribuan pemudik roda dua yang sempat berhenti sebelum memasuki Pos Sekat Tanjungpura Karawang lantaran khawatir akan diputar arah oleh petugas.

Awalnya, beber Oliestha menceritakan, warga tersebut meminta uang kepada pemudik sebesar Rp 10.000 agar bisa melawan arus dan menerobos posko penyekatan di Pos Sekat Tanjungpura Karawang.

“Awalnya warga tersebut meminta imbalan uang sebesar Rp 10 ribu kepada pemudik, agar bisa melawan arus. Warga itu juga teriak-teriak serang petugas – serang petugas, saat diamankan sama anggota berpakaian preman (Resmob Anaconda Satreskrim Polres Karawang, red),” terangnya.

Saat petugas mengamankannya, kata Oliestha, warga itu terus melakukan upaya provokasi dengan cara berteriak dan mengajak pemudik untuk menyerang petugas. Bahkan, warga tersebut juga menendang salah satu anggota di Tim Anti Bandit Resmob Anaconda Polres Karawang.

“Sewaktu diamankan itu, dia teriak sambil memeluk pemudik di sekitarnya dan menyuruh para pemudik buat nyerang petugas. Tadi anggota saya juga, sempat ditendang sama dia,” jelas Oliestha.

Beruntung, pada kejadian tersebut, tak ada pemudik yang terprovokasi dengan apa yang diucapkan oleh warga tersebut.

“Alhamdulillah pas kita amankan dan dia teriak-teriak ke pemudik suruh menyerang kami, pemudik tidak ada yang mau,” pungkas Oliestha.

Diketahui, guna mengantisipasi lonjakan pemudik pada puncak arus mudik, petugas gabungan terus mempertebal pos penyekatan di jalur perbatasan Karawang dan Bekasi.

Penebalan ini dilakukan untuk antisipasi terhadap para pemudik yang nekat untuk membobol pos penyekatan. Hingga kini, dari informasi yang didapatkan, polisi sudah memutarbalikan 63 ribu pemudik yang melintas di wilayah Jawa Barat. (Red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: