Berita

Demi Melanjutkan Program Yang Tertunda” Caswen Maju Dalam Pilwu Desa Totoran”

Indramayu.Jarrakposjabar.com.Sejak mulainya pandemi covid-19 ini melanda dunia, Indonesia pada khususnya dampak sangat signifikan di segala bidang karena banyaknya pengalihan dana dana kegiatan pembangunan yang di alihkan untuk penanganan dampak pandemi covid-19.

Bukan hal yang tidak bisa dipungkiri oleh kita semua, khususnya pada pemerintahan desa yang banyak menanggung dampak secara nyata baik itu terhentinya pemvangunan infrastruktur, ekonomi, bahkan kegiatan sosial kemasyarakatpun mengalami perubahan yang signifikan.

Sering kali masyarakat dan oknum wartawan yang kurang dalam pemahaman penanganan dampak sosial kemasyarakatan ditengah Pandemi Covid-19 ini terlibat dalam yoforia dalam pemahaman yang salah tentang pemberian bantuan langsung baik itu berupa paket sembako maupun uang tunai yang diberikan oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun desa yang sering kali di cap sebagai bentuk prilaku korupsi.

Dalam menyikapi terhambatnya pembangunan infrastruktur yang banyak tertunda semasa jabatannya Caswen seorang kepala desa di wilayah kecamatan Pasekan kabupaten Indramayu, kini mencalonkan diri kembali di desa Totoran bersama kompetitornya yang berasal dari kaum adam.

Caswen yang sejatinya merupakan seorang ibu rumah tangga biasa, yang dalam kompetisi ini bertindak sebagai calon kuwu pertahanan (Incamben) yang akan maju dalam kompotisi pemilihan kuwu serentak di kabupaten Indramayu pada bulan Juni mendatang.

Saat ditemui dirumah kediamannya beberapa hari yang lalu Caswen mengatakan,” bahwa dirinya mendapat dorongan dari masyarakat desa Totoran untuk maju kembali dalam ajang Pilwu serentak ini.

Dengan Visi” Restu” yang berarti: Religius, Maju dan Bersatu” dan misi adalah : ” Membangun masyarakat yang. Humaanis, agamis dan berdaya saing.

Ada 8 Program unggulan yang menjadi prioritas jika dirinya terpilih menjadi kuwu Totoran nanti yaitu:
1.Meningkatkan pelayanan aparatur desa yang lebih baik.
2.Membangun Infrastruktur jalan yang layak terutama jalan penghubung antara blok/RT, yang berkelanjutan, berwawaskan lingkungan.
3. Membangun sistim tata kelola air(irigasi pertambakan, saluran pembuangan warga)
4.Meningkatkan program keluarga sejahtera.
5. Peningkatkan peranan wanita yang lebih luas dalam rangka meningkatkan perekonomian keluarga.
6. Meningkatkan peranan keagamaan dalam rangka pengharau paham radikalisme, pemanisme dalam kehidupan masyarakat.
7. Meningkaatkan peran aktif pemuka agama dan masyarakat dalam membangun jadi diri masyarakat desa.
8. Meningkatkan kerukunan antara umaat beragama, masyarakat dan pemerintah dalam wadah kebhinekaan.

Supaya dapat melanjutkan program kerja yang telah di paparkan maka Caswen ” Mohon do’a dan dukungannya dari seluruh lapisan masyarakat desa Totoran untuk memilih dirinya dalam Pilwu di desa Totoran yang akan di adakan pada bulan Juni mendatang dengan cara” Pilih no 1 pada Pilwu mendatang, hanya no siji sing gambare wong wadon, Pilih wadon bae hanya wadon bae sing due program yang nyata dan teruji,” Selain itu dirinya selalu memberikan arahan dan wejangan baik itu kepada tim sukses dan para pendukungnya untuk menjaaga konduktifitaas, menghormati pendukung lain dan jangan terpancing profokasi dari para calon lainnya ,”tegas Caswen, dirinya pun berharap insya allah bila dikabulkan oleh allah dirinya akan bekerja lebih baik lagi, terbuka dan akan merangkul semua pendukung dengan cara melupakan perbedaan dan mari membangun bersama sama desa Totoran kearah yang lebih baik lagi, dirinya pun siap untuk menang dan kalah, siapa pun nanti yang terpiilih itu adalah pilihan terbaik dari seluruh masyarakat desa Totoran.,”lanjut Caswen.

Memang menjelang hari hari pencoblosan dan telah dimulainya masa kampanye banyak isu isu yang berkembang untuk memprofokasi para pendukung dan tim sukses masing masing calon yang ikut berkompetisi dalam Pilwu serentak ini, tapi perlu di perhatikan oleh masing masing calon kuwu bersainglah dengan sehat, dan terhormat tanpa menggunakan cara cara yang keji dan tidak sehat.

Bagai manapun yang nanti berhadapan dilapangan adalah para pendukung militan yaitu masyarakat yang tidak mengerti dampak apa yang nanti bakal terjadi bila termakan profokasi calon, yang ada adalah kesetian dari dukungan masyarakat itu sendiri!!

Karena sejatinya masyarakat kita belum cerdas, yaitu tiidak melihat dari seorang calon tentang program yang ditawarkkan tetapi masih berkisar tentang berapa nilai uang dan makanan yang akan didapatkan dari para masiing masing calon yang diberikan.

Ini bukan tradisi, tetapi cara pandang yang sempit dari masyarakat desa tentang pesta demokrasi maka tak salah bila sering terjadi dilapangan, seseorang dengan program bagus tetapi modal uang yang sedikit maka tidak akan dipilih tetapi akan berlaku sebaliknya, maka perlu merubah paradiigma dengan proses kesadaran politik yang berkembang dalam masyarakat dan proses kearah itu cukup panjang dan terjal.

 

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : Wahyu Jarrak Pos Indramayu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: