DaerahKab. Kuningan

Aktivis GMNI Kuningan Geruduk Kantor Bupati Kuningan

Kuningan, Jarrakposjabar.com – Suasana tata kelola pemerintahan kabupaten Kuningan akhir akhir ini menjadi puncak gunung es, terlihat tidak akur antar pimpinan baik Bupati, Wakil bupati dan Sekertaris Daerah. Menyikapi hal tersebut 6 orang perwakilan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kuningan lakukan aksi unjuk rasa  di depan kantor Bupati.  Senin, (22/03/2021)

Para aktivis GMNI dalam unjuk aspirasi membentangkan spanduk berukuran 3×1 meter, dengan tulisan “Selamat Kepada BUPATI, WABUP, SEKDA yang telah Gagal dalam menjalankan Pemerintahan di Kabupaten Kuningan”.  Para Aktivis GMNI menilai Trio Leader Pemda Kuningan seakan berjalan masing masing tanpa saling kordinasi yang jelas, hal ini berdampak kepada masyarakat.  Pelayanan kepada masyarakat terbengkalai.

Wowo ketua GMNI Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Kuningan, mengatakan aksi ini hanya diikuti oleh 6 orang perwakilan dari GMNI mengingat suasan pandemi Covid 19. Wowo menilai bahwa permasalahan yang terjadi di Kuningan akibat dari sikap pimpinan nya yakni Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. GMNI mengucapkan selamat Kepada Bupati, Wabup dan Sekda yang telah gagal dalam menjalankan Pemerintahan di Kabupaten Kuningan.

Aktivis GMNI lakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kuningan (Foto: Agh@n)

“ Ungkapan dalam spanduk tentu memiliki arti yang dalam. Dan dalm menyikapi isu yang timbul oleh Pemda Kuningan, bahwa kami menilai tindakan ini termasuk sudah mengkhianati rakyat, kami minta pemda agar merefleksi diri, introspeksi dan evaluasi pribadi masing masing.” Ujar Wowo, Ketua GMNI Cabang Kuningan

Melihat ada aksi yang dilakukan segelintir mahasiswa, Wakil Bupati Moch Ridho Suganda, SH. M.Si (Edo)menemui dan menerima para aktivis aksi. Edo menilai aksi unjuk rasa ini wajar bahkan mendukung sebagai bentuk kontrol sosial peran mahasiswa kepada pemerintah daerah. Edo menilai segala permasalahan yang terjadi di daerah harus terjalin sinergitas bersama. Kerja sama semua lini sangat penting dilakukan.

Wabup Edo mengajak semua elemen masyarakat termasuk mahasiswa untuk mengkaji, ada yang tidak merasa puas karena apa, dan apa yang harus dilakukan, harus dibarengin dengan masukan. Pemda merasa sudah maksimal dan optimal dalam menjalankan tugasnya. Peran mahasiswa sangat strategis untuk berikan saran  masukan kepada pemda. Edo bersyukur ada mahasiswa yang kritis dan menjalankan fungsi kontrol sosialnya.

“ Saya mengapresiasi apa yang menjadi tugas mahasiswa, fungsi kontrol sosial agen of change dilakukan. Aksi ini wajar dilakukan mahasiswa, saya pun seperti ini ketika menjadi mahasiswa dulu, kalau tidak puas akan demo.. Mahasiswa kalo ingin aksi ungkapkan aspirasi harus disertai apa tawaran solusinya. Solosi tersebut akan menajdi bahan sinergitas dgn pemda. Kami sangat berharap keberadaan mahasiswa, daya kritis mahasiswa menjadi pecut bagi pemda menjalani roda organisasi. “ Ungkap Edo. (agh@n)

Editor : LIe

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: