BeritaHukumKabupaten Bandung Barat

Didampingi Anggota Polisi Bersenjata Lengkap KPK Menggeledah Rumah Bupati Bandung Barat.

KBB, jarrakposjabar.comKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Menggeledah kediaman Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna di Jalan Murhadi, Lembang Kabupaten Bandung Barat, Selasa (16/3/2021).

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung mengecek rumah bupati dan Penggeledahan dibeberapa rumah dengan didampingi pihak kepolisian yang bersenjata lengkap.

Diduga penggeledahan tersebut dilakukan, terkait dengan pemanggilan dan pemeriksaan KPK terhadap bupati beberapa waktu lalu.


BACA JUGA: Dugaan Suap Proyek Bansos. Anak Bupati Bandung Barat menjadi tersangka, ini isi surat KPK.. 

Akibat pengambilan Jenazah Covid Di Paksa Dan Melanggar Prokes 60 Orang Di Swab Test

Komisi Pemberantasan Korupsi saat melakukan penggeledahan di kediaman Bupati Bandung Barat Aa Umbara, Selasa (16/3/21).

Selain itu, Petugas juga melakukan pemeriksaan di kantor bupati Setda KBB dan sampai saat ini pihak awak media belum mendapatkan klarifikasi dari juru bicara KPK, hingga artikel ini ditayangkan, belum ada klarifikasi dari petugas KPK yang mendatangi rumah bupati.

Sebanyak dua kali Aa Umbara diperiksa oleh KPK. Dalam dua kali pemanggilan, Aa Umbara diperiksa KPK di Jakarta dan di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Barat di Cibeureum, Kota Bandung.

BACA JUGA: Acara Ramah Tamah Para Anggota DPRD , Forkopinda Dan Bupati / Wakil Bupati di gedung DPRD Indramayu

Saat pemeriksaan terhadap Aa Umbara di kantor BPKP Jabar, sejumlah penyidik KPK membawa beberapa map dan koper yang berkaitan dengan hasil pemeriksaan terhadap Aa Umbara.

Sebelumnya,pada, Kamis (4/3/21) lalu, beredar di group Whatsapp adanya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan terhadap Andri Wibawa, putra Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

BACA JUGA: Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag Di Dampingi Oleh Bunda Ayu Mengunjungi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Di UGJ

Penyidikan tersebut terkait dengan kasus pengadaan bantuan sosial Pandemi covid-19, pada Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten (Pemkab Bandung Barat) tahun 2020. Andri diduga melakukan tindak pidana korupsi dan ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan suap pada Proyek Bansos.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur Penyidikan KPK, Setyo Budiyanto tersebut disebutkan bahwa per tanggal 26 Februari 2021, dengan jelas perintah penyidikan nomor Sprin.Dik/18/Dik.00/01/02/2021,nama Andri Wibawa putra dari orang nomor satu di KBB tersebut ditetapkan tersangka sesuai yang tercantum dalam isi surat dari KPK.adapun nama Aa Umbara dan seorang pengusaha bernama Totoh Gunawan diduga turut berperan dalam kasus tersebut akan tetapi penetapan stattusnya sampai saat ini menjadi pertanyaan publik.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Penyebab Tewasnya Janda Muda Asal Rengasdengklok

Terakhir, saat ini dugaan kuat terhadap Bupati KBB, Anaknya dan Salah satu seorang pengusaha berperan sangat kuat dalam melakukan pemufakatan jahat tindak pidana korupsi.

Dijelaskan dalam pasal 12 huruf i dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 56 KUHP.

Editor/Penulis: Deni Supriatna

Deni JP Jabar

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: