BeritaKab bandungPariwisata

Kreatif! Kincir Angin Disukai Sejak Kecil Hingga Dirubah Menjadi Bisnis Wisata Taman Zandea, tempatnya keren loh..

KAB.BANDUNG,jarrakposjabar.comFauzan Fachmat seorang yang menyukai kincir angin dari sejak kecil kini kesukaannya diubah menjadi bisnis wisata lokal taman Zandea yang berada kampung Tegal Hareues, Jl. Raya Cijapati, Kabupaten Bandung.

Dengan tiket masuk seharga 10 ribu pengunjung sudah bisa menjelajahi berbagai spot instagramable untuk selfi dan menikmati pemandangan 20 ribu kincir angin berwana warni yang dipadukan berbagai macam bunga ditaman Zandea.

Selain udaranya segar dan sejuk taman Zandea sangat cocok untuk bermain anak dan liburan bersama keluarga dan banyak spot untuk berselfi tempatnya sangat instagramable untuk tiketnya juga terjangkau,”kata Linda salah satu pengunjung ditaman Zandea saat ditemui dilokasi, Minggu (14/3/21).

BACA JUGA: Pelepasan Asset Tidak Kunjung Direalisasi, Petani Plasma TIR Cilebar Surati MENKEU

Sementara itu, saat ditemui dilokasi yang sama, Pemilik taman Zandea Fauzan Rachmat mengatakan, ada sebanyak 20 ribu kincir ditaman Zandea dipadukan dengan berbagai macam bunga disaat angin kencang semua kincir akan beputar dan itu menjadi moment bagi para pengunjung yang datang.

Disaat semua kincir berputar biasanya para pengunjung langsung melakukan selfi dan menurut mereka itu moment yang ditunggu,” kata Fauzan.

Ia pun menuturkan, ditaman Zandea sudah disediakan gazebo bagi para pengunjung untuk kumpul keluarga yang bisa digunakan untuk makan bersama dan itu gratis.

BACA JUGA: PWI (Persatuan Wartawan Indobesia) Indramayu Dan Perhutani Indramayu Melakukan Penanaman Di Daerah Cikamurang – Terisi

Gazebo itu gratis bagi pengunjung yang datang dengan keluarga agar lebih nyaman menikmati suasana taman Zandea dan bagi yang akan melaksanakan shalat kita juga sudah ada mesjid dan toilet umum.”ujarnya.

Menurutnya, Bisnis wisata lokal sudah lama direncanakan tetapi pada waktu itu masih memikirkan konsep apa yang akan di terapkan, dimana sebelumnya sudah pernah membuat konsep taman bunga plastik tetapi terkesan kurang menarik dan konsep taman tersebut juga sudah ada di daerah Garut dan Lembang.

Karena sejak kecil saya menyukai kincir angin jadi saya putuskan membuat konsep taman yang dipenuhi kincir angin tetapi tidak lepas perpaduannya dengan berbagai macam bunga agar menjadi daya tarik pengunjung dan konsep ini menurut saya berbeda dari yang lain.”ungkapnya.

BACA JUGA: Terbaik Pertama Penilaian Kinerja ASN, Pemdaprov Jabar sudah menjadi yang terbaik nasional versi KASN.

Selain itu, kendala pembuatan kincir angin yaitu dari bahan yang cukup susah didapat bahannya sendiri menggunakan plastik mika dan itu didapat dari China dengan pengiriman memakan waktu selama satu bulan.

Lebih jauh, Pengunjung sangat ramai pada pertama buka dibulan November sampai Januari 2019 lalu, bahkan banyak pengunjung yang datang dari diluar kabupaten Bandung.

Statistiknya dibulan November dan Desember itu naik tingkat pengunjungnya dan sudah keliatan di Januari di high seosen, dan awal menurunya pengunjung akibat dampak dari pandemi covid-19 di bulan Febuari dan Maret 2019.

BACA JUGA: Viral!! Guru SMPN 1 Cijalingan Di Geruduk Perangkat Desa Seusai Upload Video Jalan Rusak.

Simak video: Owner Taman Zandea Fauzan Rachmat sedang membuat kincir angin berbahan plastik Mika. 

“Dimana pas waktu itu adanya lockdown padahal saat itu bunga saat lagi Bagus-bagusnya bagi para pengunjung,”imbuhnya.

Setalah pembukaan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pengunjung mulai ramai kembali tetapi itu hanya sebentar dan sampai saat ini sangat sedikit pengunjung yang datang.

Alhamdulillah untuk di hari Sabtu dan Minggu, pengunjung selalu ada walaupun tidak ramai seperti sebelumnya dan rencana kedepan ditaman Zandea akan membuat wahana sepeda gantung dan flying fox, tidak lepas dari itu, ditaman Zandea semua pengunjung harus mematuhi Protkes 3M.

Sebelum masuk pengunjung wajib mencuci tangan dengan sabun ditempat yang sudah disediakan dan aturan pemakaian masker dan jaga jarak sesuai aturan protkes 3M, “tutupnya.

Editor/Penulis: Deni Supriatna
Sumber Berita: Fauzan Rachmat/pemilik Taman Zandea.

 

 

Deni JP Jabar

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: