Indramayu. Jarrakposjabar.com. Setiap pemain cabang olah raga pasti mendambakan dapat tampil di Final. Hasil tidak pernah mendustai usaha, hal tersebut terjadi pada pertandingan Volly Pasir Bupati Cup yang diadakan di komplek Sport Center Indramayu yang berlangsung dari tanggal 1 – 6 Maret 2021.

Sebanyak 40 tim Putra dan 30 tim Putri dari 22 kabupaten/ kodya se Jawa Barat yang memakai babak pertama saling ketemu sedang babak kedua memakai sistim gugur.

Pada pertandingan semifinal Putra berhadapan Tim kabupaten Pangandaran VS Indramayu 2 dan Tim Ciamis VS Tim Indramayu 1 kesemuanya di menangkan oleh Tim Indramayu 2  dan Indramayu 1 sehingga dalam pertandingan final terjadi All Indramayu Final.

Sedangkan di bagian Putri Final berhadapan Tim Kodya Bandung berhadapan dengan Tim Indramayu .  Dalam pertandingan yang di hadiri oleh puluhan masyarakat   Indramayu yang selalu antusias menghadiri setiap pertandingan yang di sajikan dengan tetap memperhatikan Prokes.

Dalam keterangannya Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Pora) Drs. H. Jahirin mengatakan,” terima kasih pada pihak yang telah mendukung kegiatan ini terutama rekan rekan panitia sangat luar biasa, dan ucapan terima kasih kepada semua pimpinan kontingen dalam pertandingan Bupati Cup dan babak kualifikasi Porda.

Harapan untuk persiapan Porda nanti kita serahkan pada pemerintah Indramayu melalui Koni  akan bersiap diri untuk olah raga prestasi, dan KONI Indramayu mempunyai target menyandingkan medali emas Putra dan Putri.

Pada pertandingan Volly pasir ini terjadi All Indramayu final merupakan sebuah hasil yang maksima, inilah bukti kerja keras serta kesungguhan kita,” tegasnya.

Sementara itu ketua panitia Karsono mengatakan,” bahwa apa yang terjadi di pertandingan ini adalah mimpi semua pemain dan pelatih, gimana caranya kita memberikan hasil yang terbaik seperti tahun 2018 pelaksanaan Porda di Bogor, dan kedepan kita ingin menebus kegagalan tahun lalu di mana di bagian Putra gagal meraih Emas, untuk pelaksanaan TC selesai pertandingan ini kita langsung tancap gas, dengan atlit lainnya yang ada di Volly Pasir di Indramayu,” tegasnya.

Bila pembinaan atlit dilakukan secara baik dan benar maka tidak akan sulit kita mencetak atlit atlit yang handal, dan sudah selayaknya pemerintah Indramayu membuat regulasi tentang proteksi atlit daerah yang berprestasi dari bajak membajak daerah lain dengan cara memberikan fasilitas yang memadai seperti daerah lain yang memberikan biaya pendidikan untuk atlit tersebut.

Bila perlu mencarikan pekerjaan yang layak sebagai bentuk apresiasi pada atlit tersebut, dari pada setiap ada even olah raga kita sibuk untuk membeli atlit dari daerah lain.

Dengan mengorbankan sistem pembinaan yang ada di Indramayu hanya demi kepentingan sesaat yang namanya prestise daerah, mari kita tinggalkan pola lama demi atlit Indramayu yang “Bermartabat” lahir batin bukan hanya jargon atau slogan belaka, karena bagai manapun mereka adalah penerus bangsa yang telah berjasa mengharumkan nama daerah Indramayu, karena kita belum tentu bisa seperti mereka. Wahyu Jarrak Pos Indramayu.

Sumber : Jarrakposjabar
Editor: Kurnia
Pewarta : Wahyu Jarrakpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here