BeritaKab bandung

Sengketa Tanah Carik, Masyarakat Sudah Di Dibohongi. Nanang:  Desa Induk sudah Berbohong dan BPN ko bisa sampai ceroboh. 

KAB.BANDUNG, jarrakposjabar.com-Terbongkar di tahun 2021, ternyata masyarakat di Desa Mandalawangi. Kecamatan Nagreg tepatnya di Kampung Carik/Nyalindung sudah di Bohongi puluhan tahun terkait tanah carik. 

Tanah carik yang sudah puluhan tahun dianggap oleh masyarakat kampung Kampung Carik/Nyalindung, itu menjadi gaduh akibat adanya sertifikat akta jual beli (AJB) di tahun 2018.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Cabut Lampiran Perpres Terkait Miras. Ini alasannya..

Kepala Desa Mandala Wangi, Nanang yang merupakan pensiunan dari Anggota TNI dengan pangkat Sersan Dua Yonif para Raider 330 kujang 1 Kostrad mengatakan terkait tanah carik sepengetahuan saya dimana masyarakat setempat dari dulunya menganggapnya tanah tersebut sebagai tanah carik tetapi setelah di telusuri di 2018, itu sudah muncul akta jual beli padahal di akta jual beli (AJB) tersebut terteranya di tahun 2009.

Selain itu, Pada tahun 2018 juga muncul dimana tanah tersebut sudah masuk sertifikat atas nama seseorang dan setelah saya telusuri bahwa tanah yang disebut tanah carik oleh masyarakat ternyata tanah tersebut di C nya atas nama seseorang.”katanya saat di temui diruangannya.Selasa (2/3/21)


BACA JUGA: Pemalsuan akta lahir di kabupaten Cianjur. KPK JABAR: minta polisi usut tuntas.

Korupsi RTH !! Hakim Pengadilan Tinggi Bandung Berikan Mimpi buruk bagi dua mantan Anggota DPRD Kota Bandung.

Tidak hanya itu, setelanjutnya juga muncul surat kuasa jual dengan atas nama Ayu Fatimah Salman, dan tanah yang disebut tanah carik itupun muncul akta diluar sepengetahuan, dimana yang namanya AJB itu otomatis harus ada ahli waris dan disitu tidak ada dalam pengetahuan saya.

AJB tersebut muncul di 2009,dan ada 5 jual beli dan kemaren juga muncul sertifikat atas nama Dadang mantan kepala Desa Mandalawangi. “tambahnya.

Koordinasinya mungkin dengan ahli waris yang dikuasakan ayu Fatimah Salman kepada seseorang atas nama Fauzi, dari situlah muncul sertifikat atas nama Dadang (Mantan Kepala Desa Mandalawangi).

BACA JUGA:: Personil TNI dan PNS Jajaran Korem 061/SK Melaksanakan Vaksinasi Massal. 

Kuasa jual yang di kuasakan kepada Fauzi oleh ahli waris Ayu hal itu jelas saya tidak ada menanadatangani AJB tentang tanah tersebut karena tanah itu masih bermasalah, hal ini sudah saya kordinasikan dengan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) kecamatan.”ungkapnya.

Nanang juga menjelaskan, kalau sertifikat tanah itu kita bikin surat keterangan kepala desa itu tidak masalah karena yang bersangkutan itu sudah mempunyai sertifikat yang di keluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).Dan itu sudah bukan lagi urusan dengan Desa ataupun dengan Kecamatan dan SKKD, itu tidak masalah untuk kepala Desa.

Dari satu bulan kebelakang ada salah satu warga atas nama abah Amir Hasan mengklaim bahwa ada tanah waris miliknya di persil no 16 dan saya tidak tau persis masalah itu ,karena hak kepemilikan ya itupun masih belum jelas.

Dan terkait itu juga saya akan koordinasikan dengan Desa induk dimana waktu pemekaran di tahun 1981 dinyatakan secara lisan bahwa tanah tersebut merupakan tanah carik dan ternyata tanah tersebut itu sudah di klaim atas nama seseorang.”Imbuhnya.

BACA JUGA: Innalillahi. Rina Gunawan Meninggal dunia. Ferry Maryadi: Teman-teman mohon dimaafkan segala kesalahan tetehku.

Berarti Desa induk telah membohongi Desa Pemekaran dibilang tanah carik ternyata tanah tersebut ada kepemilikananya dan itu sudah puluhan tahun dan terbongkar di tahun sekarang akta jual beli itu pertama muncul di tahun 2009 di saat kepemimpinan kepala Desa atas nama Hendra,dan itu tidak terbuka kepada masyarakat dan saya ketahui itu di tahun 2018.”tegasnya.

Dan untuk mengantisipasi kegaduhan di masyarakat ,saya sudah menanyakan kepada Kepala Desa ke dua yaitu bapak Endi ,dan saya menanyakan terkait tanda bukti terkait legalitas tanah carik tersebut.

Diobrolan pertama sih enak enak saja obrolanya tetapi pas di akhir saya tanyakan bahwa tidak ada tanda bukti bahwa yang 3,5 haktare itu tanah carik Desa Mandlawangi karena tidak ada tanda buktinya tetapi setelah di telusuri ke Desa Bojong justru disitu ada tanah carik untuk mandalawangi di C nya itu hanya 5000 meter.

BACA JUGA: Brutal!! Penembakan oleh Oknum Polisi tewaskan satu anggota TNI AD. Pangdam Jaya: Selesaikan secara adil.

Berarti yang tidak adanya sekitar 3 haktare jadi yang adanya hanya sisa setengah haktare.

Tanah nya sih ada tetapi tanah tersebut sudah menjadi atas nama kepemilikan seseorang, dan itu akan terus di telusuri dimana tanda bukti di C Desa itu sebagian besar masih ada di Desa induk, “ujarnya.

BPN kenapa bisa seceroboh itu tidak ada tanda bukti hak kepemilikan ko bisa jadi sertifikat dan itu mendasar dari mana,makanya kalau ada warga yang akan menuntut silahkan berkoordinasi dengan penjual dan yang mengaku punya sertifikat telusuri ke BPN kenapa bisa terjadi seperti ini.”tandasnya.

 

Sumber Berita: Nanang/ Kepala Desa Mandalawangi.

Editor/Penulis: Deni Supriatna 

Deni JP Jabar

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: