Karawang, Jarrakposjabar.com– Rabu ( 17/2 ).Sejumlah pihak menduga ada kecurangan dalam proses seleksi calon kepala desa Jatiwangi, Kecamatan Jatisari, Karawang.

Hal itu dipicu dari keputusan panitia pilkades (panitia 11) yang terkesan memaksakan diri untuk menggugurkan salah satu bakal calon kepala desa.

Adalah Abdul Wahid, balon kades petahana yang diputuskan tidak memenuhi syarat (TMS) karena dinyatakan positif konsumsi narkoba berdasarkan hasil tes urine yang digelar oleh BNNK pada Selasa, 12 Januari 2021.

Keputusan hasil tes ini dianggap janggal karena sebelumnya Abdul Wahid sempat dinyatakan negatif narkotika oleh BNNK, berdasarkan hasil tes pada 22 Desember 2020. Artinya, ada dua surat yang sudah dikeluarkan BNNK untuk Abdul Wahid dengan hasil negatif dan positif.

Dugaan kecurangan lain yaitu adanya dua surat keterangan berbeda yang dikeluarkan oleh panitia 11 Desa Jatiwangi. Surat pertama menyatakan bahwa semua bakal calon dinyatakan lolos dan surat kedua menyatakan dua balon lolos dan satu tidak.

Menurut Abdul Wahid, kejanggalan lain yaitu surat putusan yang dikeluarkan Setda yang dinilai tidak mendasar dan terkesan dipaksakan.

Dia curiga, ada upaya untuk memaksakan kehendak agar dirinya gagal maju jadi calon kepala desa Jatiwangi.

Wahid menduga, ada pihak yang sengaja bermain dalam proses tahapan pilkades Jatiwangi tersebut.

Sementara itu, media ini sudah berusaha mengklarifikasi masalah ini kepada pihak DPMPD dan Setda Karawang. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan enggan memberikan penjelasan. (jhokun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here