BeritaJawa BaratNasional

Semakin Panas!! Yan Rizal : Kongres Partai Demokrat 2020 Cacat dan KLB Adalah sebuah Keniscayaan.

BANDUNG. jarrakposjabar.com-Kongres partai Demokrat dibulan Maret 2020 penuh rekayasa dan cacat prosedur, tanpa ada laporan pertanggung jawaban dari Ketua Umum SBY. Kongres Luar Biasa(KLB) dilakukan atas Ketua Umum Anas Urbaningrum yang digantikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu Presiden RI untuk periode kedua.

Salah satu senior Partai Demokrat Jawa Barat.Yan Rizal Usman menyatakan,Kongres Partai Demokrat pada Maret 2020 yang mengangkat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketum, cacat prosedur, kongres 2020 itu penuh rekayasa dan tidak taat azas.

” Sebab Kongres Maret 2020 tanpa ada laporan pertanggung jawaban Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tidak adanya pembahasan terkait AD/ART, atau dengan kata lain AD/ART dibuat diluar kongres artinya tidak melengkapi layaknya persidangan partai politik,” kata Yan Rizal kepada wartawan di Bandung, Senin (15/2/21).

BACA JUGA: Tokoh Senior PD Jabar Yan Rizal Usman: Darmizal mundur secara terhormat Dan Gentlemen, Kalian tidak tahu sejarahnya. 

Hal itu menurutnya berbeda saat kongres luar biasa (KLB) partai Demokrat, jadi pada 2013 atas Ketua Umum Anas Urbaningrum yang kemudian digantikan oleh SBY, saat itu Presiden RI untuk periode kedua.

BACA JUGA: Executive dan Legislative Mempunyai Peran Dalam Kasus RTH. Yan Rizal Usman: KPK Jangan Tebang Pilih Dua Kader Kami Jadi Korban.

“Karena itu wajar kalau ada tuntutan Kongres Luar Biasa (KLB). Ada hal-hal mendasar yang mendorong munculnya keinginan untuk menggelar KLB,” imbuh Yan Rizal.

Menurutnya, DPP Partai Demokrat harus memberikan wewenang yang luas kepada pengurus DPD dan DPC sebagai ujung tombak perjuangan yang memiliki basis massa atau yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Bukan mengkerangkeng dan mengambil hampir semua wewenang DPD.DPC dan PAC bahkan menarik semua wewenangnya oleh DPP.

Sementara itu, Yan beralasan, setelah AHY jadi Ketua Umum. “AD/ART penuh dengan kejanggalan dan tidak logis seperti pada AD/ART yang mewajibkan sidang Musda dan Muscab untuk mengusulkan tiga calon ketua DPD dan DPC ke DPP dan kemudian DPP yang menetapkan hal Ini sangat tidak baik bahkan itu sudah zolim” tegasnya.

Lebih jauh, karena DPD dan DPC kehilangan hak dalam menentukan pilihan sendiri. Cara ini, sangat berpotensi transaksional, di mana penyetor terbesar yang paling berpeluang menjadi ketua.

BACA JUGA: Korupsi RTH !! Hakim Pengadilan Tinggi Bandung Berikan Mimpi buruk bagi dua mantan Anggota DPRD Kota Bandung.

Sehingga proses kaderisasi macet dan para kader tidak dihargai atas perjuangannya membesarkan partai,” jelas Yan yang pernah menjabat Komwasda PD Jabar.

Ia menunjuk contoh pada Pilkada 2020, sudah dapat menjadi bukti betapa hebatnya transaksional para kandidat yang maju untuk Pilkada. Di mana semua calon harus memberikan mahar tanpa kecuali. Kader yang jadi ketua dan anggota partai pun harus menyetorkan mahar untuk dapat rekomendasi.

“Ini semua harus dibongkar dan aturan-aturan yang menghabiskan peran Ketua DPD dan DPC tersebut harus diganti. Pemimpin terpilih pasca KLB harus mengembalikan aturan AD/ART pada konsep yang telah disempurnakan di masa kepemimpinan Anas Urbaningrum,” tegas Yan.

Oleh karena itu,menurutnya banyak pendiri dan para senior merasa terpanggil untuk menyelamatkan partai dan para kader yang masih setia pada garis perjuangan mulia partai. Yan menandaskan KLB adalah jalan terbaik dan harus dilakukan.

BACA JUGA: Dibalik kesegaran dan sejuknya suasana Curug Cinulang, ada mitos menariknya juga loh. 

“Tidak ada kata mundur. KLB adalah keniscayaan dan secepatnya. Saya memohon dengan hormat kepada pendiri, senior dan masyarakat loyalis Partai Demokrat, mohon dukung dan kuatkan terus semangat kami untuk melaksanakan KLB,” imbuh Yan.

Pihaknya hanya ingin membesarkan PD untuk tujuan kebaikan dan kemaslahatan masyarakat. Bukan untuk membesarkan Keluarga Cikeas yang menjadikan PD seperti perusahaan keluarga.Pihaknya pun berpesan kepada SBY untuk merelakan Partai Demokrat lepas dari AHY yang dinilai masih belia dalam blantika politik kebangsaan.

“Saya sampaikan kepada pengurus DPC dan DPD di seluruh Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke, dari Miyangas sampai Pulau Rotte. Ayo singsingkan lengan baju, kuatkan tekat tanpa ragu menjeput kemenangan bersama menggapai masa depan Partai Demokrat milik kita. “Bersama Kita Bisa.”tegasnya.

Sumber Berita: Yan Rizal Usman alias Kang Caca Tokoh Senior. Mantan Komisi Pengawas Partai Demokrat DPD Jawa Barat.

Editor/Penulis: Deni Supriatna.

Deni JP Jabar

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: