Kawasan Objek Wisata Curug Cinulang.

Kab.BANDUNG, Jarrakposjabar.com-Kesegaran dan pemandangan Curug (air terjun) Sindulang atau yang lebih dikenal masyarakat dan wisatawan lokal dengan sebutan Curug Cinulang salah satu ikon objek wisata air terjun yang berada di Cicalengka Sindang Wangi, perbatasan Kabupaten Bandung Jawa Barat.”Minggu (14/2/21).

Tiket masuk objek wisata curug cinulang ini terbilang murah meriah bagi para pengunjung, dengan merogoh kocek senilai Rp5.000 rupiah saja, sudah bisa menikmati indahnya serta Kesegaran air terjun dengan kesejukan alam yang masih asri.

BACA JUGA: Kemenpar Terapkan Program Bersih, Indah, Sehat Aman (BISA) Di Tempat Tujuan Wisata Makam Sunan Gunung Jati

Objek wisata Curug Cinulang dibuka dari jam 07.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB tiap harinya.

Mitos unik yang terdapat pada lokasi ini yaitu “Sejarah Curug Cinulang selain adanya proses alam dan menurut mitos bagi Orang-orang dulu Curug Cinulang merupakan sebuah tempat pertemuan Raja sumedang dan Raja-raja di jawa barat.”kata Ajat Sudrajat pengelola Curug Cinulang sekaligus Wakil ketua Komunitas Penggerak Pariwisata (Kompepar).

BACA JUGA: Ketua KONI Indramayu (Sugiyanto) buka seleksi Pencak Silat PorProv Jawa Barat

Ajat juga menjelaskan, disini juga ada mitos putri Sinde dan menariknya ada tempat air kaheman (air kehidupan) hal itu dari banyaknya pengunjung yang mengambil air kaheman tersebut.”tambahnya.

Curug Cinulang sendiri merupakan ikon wisata alam untuk tingkat wilayah di Cicalengka dan untuk saat ini masih proses pengembangan dalam pengolahan yang dibantu oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dinas Pariwisata (Dinpar)Kabupaten Bandung. “ungkapnya.

 

Untuk tanggapan dari para pengunjung sendiri banyak yang memberikan saran dan kritik bagi pengelolaan Curug Cinulang, dimana saran dan kritik yang sifat nya membangun yaitu para pengunjung meminta agar kios-kios dibawah yang belum tertata rapih bisa di rapihkan agar terciptanya kenyamanan juga untuk para pengunjung.

“Hal itu juga menjadi rencana dan sasaran kami dan pemerintah daerah (Pemda) dan Dinas pariwisata (Dinpar) Kabupaten Bandung terkait pembenahan kios-kios di Curug Cinulang yang berada di bawah.”ujar Ajat.

Kesegaran cipratan air Curug Cinulang dapat dirasakan para pengunjung tanpa harus turun keair dan hal itu selalu menjadi moment tersendiri.

Lebih jauh, terkait pandemi covid-19 saat ini dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Penerapkan protokol kesehatan yang ketat dilakuakan di pintu masuk, menurut aturan sesuai intruksi dari Gubernur dan Bupati, dimasa pandemi Covid-19 hanya 25 persen untuk kapasitas pengunjung dari pemberlakuan PPKM.

BACA JUGA: Tersandung Syarat Formil, AKUR Sunda Wiwitan Ditolak Bupati Kuningan

Dihari weekend pengunjung hanya bisa menncapai 40 persen kalau kondisi normal sebelum adanya pandemi bisa mencapai 60 sampai 80 persen pengunjung ke wisata Curug Cinulang di hari Weekend.”ungkap Ajat.

Harapan saya kedepannya untuk Curug Cinulang berharap bisa lebih meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi bagi masyarakat local sendiri khusunya masyarakat Sindang wangi dan para pedagang lainya bisa memberikan produk untuk di jual di dalam maupun di luar objek wisata Curug Cinulang selain dari kuliner.

Jika masa pandemi berakhir dan kondisi sudah normal kembali kita akan menjual pernak pernik dan miniature khas Curug Cinulang dan kita akan menggaet masyarakat setempat yang mempunyai keahlian dalam pembuatan kerajinan”tandasnya.

Sumber Berita: Ajat Sudrajat pengelola Curug Cinulang.

Editor/Penulis: Deni Supriatna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here