BeritaDaerah

Ketua PGRI Kabupaten Indramayu Turun Gunung Ke Korban Banjir

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Melihat, mendengar dan berbuat bagi sesama merupakan contoh kongkrit seorang ketua dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana alam yang Allah swt berikan.

Mungkin itulah ungkapan kata kata yang tepat diberikan kepada ketua pengurus PGRI Kabupaten Indramayu Malik Ibrahim Spd yang menghimbau kepada jajaran daerah, Cabang, maupun Ranting untuk turun gunung dan menggalang dana dari”guru guru se Kabupaten Indramayu ” untuk diberikan ke masyarakat yang terkena dampak bencana banjir di seluruh wilayah Indramayu.

Menurut ketua PD.PGRI kabupaten Indramayu yang baru dilantik dipenghujung tahun 2020 ini mengatakan,” Seluruh pengurus dan anggota PGRI se Indramayu merasa prihatin, duka, dan simpati atas penderitaan warga masyarakat Indramayu yang terkena dampak musibah banjir ini yang sungguh di luar perhitungan serta dugaan kita sebagai manusia.

Oleh karena itu saya bersama seluruh pengurus mengintruksikan kepada seluruh guru guru untuk menghimpun dana dan turun gunung langsung ke kantong kantong pengungsi penduduk.

Untuk memberikan simpati sebagai bentuk keperdulian warga PGRI dan alhamdulillah setiap Cabang Pengurus PGRI ada yang mendapat dana 5 – 10 juta dan diberikan wewenang untuk memberikan langsung kepada masyarakat yang terkena banjir dalam bentuk apapun yang sekiranya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Di samping itu pula dibuat posko banjir di daerah Kertasmaya, Sukagumiwang, Pasekan, Sindang, Lohbener, Losarang, Cikedung, Terisi, Gabus Wetan, Kroya, Patrol, Hargaulis, dan Gantar.

Ini semua tidak bisa terlaksana tanpa dukungan dari para guru guru serta anggota PGRI se Indramayu, di samping itu hal ini juga wujud nyata ekstitensi PGRI dalam hal pengabdian kepada masyarakat Indramayu bahwa jajaran Pengurus dan anggota PGRI juga memiliki rasa perduli kepada masyarakat.

Dan yang lebih penting lagi bahwa”PGRI milik semua rakyat Indramayu” bukan organisasi yang eksekutif tapi organisasi yang berakar dari rakyat dan masyarakat Indramayu pada khususnya,” tuturnya sambil berkaca kaca wujud keprihatinannya selaku ketua mendengar derita masyarakat Indramayu.

Tuhan memiliki seribu satu cara dalam menyayangi umatnya, tetapi mengapa semua bencana yang terjadi kita tidak menarik dan belajar dari setiap kejadiaan????

Tetapi malah kita selalu menyalahkan setiap kejadian dengan berkata tuhan kejam!!!!, lalu bagaimana sikap kita jika tidak diberi bencana????? Mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang itu lebih bijak.Wahyu Jarrak Pos Indramayu.

Sumber : Jarrakposjabar
Editor : Kurnia
Pewarta : Wahyu Jarrakpos

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: