BeritaDaerah

Kunker dan temui Sekda Sumedang. Yorrys Raweyai: Kita harus fokus dan responsif menghadapi bencana alam. 

SUMEDANGJARRAKPOSJABAR.COMKunjungan Kerja (Kunker) Komite II DPD RI Yorrys Raweyai disambut Herman Suryatman Sekretariat Daerah(Sekda) Kabupaten Sumedang.”Senin (8/2/21)

BACA JUGA: Pamer Photo mobil listrik polisi. Ridwan Kamil tak pakai masker dibanjiri komentar, Ustadz Yusuf Mansur komentar gini….

Kunjungan tersebut dalam rangka Dengar Pendapat terhadap Implementasi UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, khususnya dalam penanganan longsor dan banjir di Kecamatan Cimanggung.

BACA JUGA: Tutup Giat Latihan Potensi SAR Kerja Sama Antara  Kodam III/ SLW dengan Basarnas Ta. 2021. Ini harapan Pangdam III/Siliwangi.

Komite II DPD RI Yorrys Raweyai dalam kunjungannya mengatakan, Kunker dilaksanakan sesuai dengan Tupoksi Komite II DPD RI yakni melaksanakan pengawasan terkait bencana alam.

“Kita pahami bahwa bencana alam saat ini hampir merata di seluruh Indonesia. Ini perlu keterlibatan seluruh stakeholder dalam rangka melihat, mengkomunikasikan dan berkoordinasi bagaimana menyikapi bencana alam ini sehingga ada satu sinergitas,” ujarnya.

BACA JUGA: Membuka pelatihan SAR di Yonif Raider 301/Prabu Kiansantang,Ini harapan Pangdam III/Siliwangi. 

Dikatakan Yorrys, dalam Kunker tersebut pihaknya juga mendengarkan masukan dari Pemkab Sumedang terkait sejauh mana penanganan bencana alam kemudian langkah strategis yang disiapkan pemerintah daerah terhadap masalah bencana yang sedang terjadi.

Kunjungan Kerja (Kunker) Komite II DPD RI Yorrys Raweyai disambut Herman Suryatman Sekretariat Daerah(Sekda) Kabupaten Sumedang.”Senin (8/2/21) Photo: Humas Pemkab Sumedang

“Kami ingin mengetahui apa langkah-langkah dan strategi pemerintah daerah dalam penanganan bencana. Kita harus fokus dan responsif. Selain itu, lakukan terobosan pasca bencana alam,” ucapnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman saat menerima kunjungan mengatakan, pihaknya telah menganalisis bencana alam Cimanggung.

“Hasil dari analisis diketahui terdapat perubahan tutupan lahan dari kawasan terbuka hijau menjadi kawasan terbangun, baik di bagian atas dan bawah lokasi longsoran. Selain itu, terdapat pengurangan kerapatan vegetasi besar.

BACA JUGA: Personil TNI Dukung Pemkot Bogor Terapkan Ganjil Genap dan PPKM. 

“Berdasarkan hasil overlay citra eksisting Tahun 2020 dengan pola Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang (Perda Nomor 4 Tahun 2018) lokasi longsoran berada pada pergerakan tanah,” ungkapnya.

Dikatakan Sekda dalam paparannya, bencana alam tanah longsor di Kecamatan Cimanggung salah satunya diakibatkan oleh pesatnya pertumbuhan kawasan yang tidak diimbangi daya dukung lingkungan.

Akibat dari bencana tanah longsor ini sebanyak 40 orang meninggal dunia, luka berat 3 orang, luka ringan 22 orang, dan terdampak bencana 1.126 jiwa/314 KK,” paparnya.

Sekda juga menjelaskan kebutuhan pembangunan infrastruktur diantaranya infrastruktur pelayanan dasar, infrastruktur ekonomi, dan infrastruktur perkotaan.

“Infrastruktur pelayanan dasar meliputi penyediaan akses perumahan dan pemukiman layak, aman, dan terkangkau. Selain itu pengelolaan air tanah dan air baku aman dan berkelanjutan, serta ketahanan kebencanaan infrastruktur,” ujanrnya.

BACA JUGA: DANREM 062/TN Bersama Unsur FORKOPIMDA Kab. Sumedang launching penyuntikan vaksinasi sinovac

Sedangkan untuk infrastruktur ekonomi meliputi sektor ekonomi dan konektivitas. Untuk infrastruktur perkotaan meliputi pembangunan transportasi perkotaan, energi berkelanjutan untuk perkotaan, akses perumahan dan permukimanlayak, aman, terjangkau di perkotaan, dan yang lainnya.

“Tentu hal ini perlu dukungan penuh dari pusat dan provinsi dengan melibatkan kesetaraan gender, tata kelola pemerintahan yang baik, pembangunan berkelanjutan, modal dan sosial budaya, transformasi digital, dan ketahanan bencana,” pungkasnya.

Sumber Berita: Humas Pemkab Sumedang

Editor: Deni Supriatna

Deni JP Jabar

Kontributor Jarrak Pos Kota Bandung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: