Indramayu Jarrakposjabar.com. Ada saja akal akalan BFI Finance ini, lembaga pembiayaan keuangan yang mendapat predikat terbaik menurut majalah keuangan ini dan berlebel pembiayaan syariah ini, masih melakukan hal hal di luar kewajaran.

Hal ini di alami seorang nasabah BFI Finanace Nunung yang beralamatkan di jalan Wiralodra no.260/e Rt.16/03 Kelurahan Lemahabang kecamatan Indramayu ini menceritakan kronoliginya kepada Media Jarrakpos Indramayu .

Awalnya suaminya Rohadi (alm) membutuhkan dana untuk usaha, lalu mengajukan pinjaman ke BFI Finance yang waktu itu mempunyai kantor cabang di komplek Ruko Jangkar Mas belakang Pasar ikan Indramayu sebesar 7 juta rupiah, tahun 2019 kemudian piutang tersebut dilunasi dan di tambah menjadi 12 juta rupiah.

Di tengah perjalanan tahun 2020 suaminya Rohadi meninggal dunia, Nunung sebagai istri telah melaporkan hal tersebut ke collektor dan di minta menyiapkan persyaratan untuk di klaim asuransi.

Kurang lebih 3 bulan semenjak meninggalnya suami Rohadi ada kabar asuransinya turun senilai 5 juta rupiah.

Beberapa bulan kemudian timbul surat tagihan per 18 Januari sebesar Rp. 1.546.783,00 kemudian dirinya meminta bantuan saudara untuk menanyakan ke pihak BFI dan meminta keringanan.

Oleh pihak CS. di kantor BFI yang beralamat Jalan raya Sliyeg Jatibarang, nilainya bertambah menjadi 2.899.000 dan hanya membayar 1.899.000 saja ketika meminta surat salinan rincian, tidak di berikan karena ini menyangkut data nasabah dan yang datang tidak ada surat kuasa kata Cs BFI.

Ke esokan harinya saudaranya Nunung datang lagi sambil membawa surat kuasa untuk meminta penjelasan dan keringanan oleh Cs tersebut dijelaskan sambil meminta maaf bahwa uang yang harus di bayarkan sebesar Rp.1.999.800 ,00 naik lagi.

Ini berdasarkan perhitungan penanggung jawab colektor, jelas bagi saya( Nunung) sangat memberatkan jangankan buat bayar angsuran motor buat makan saja dan biaya anak sekolah aja susah, di mana rasa kemanusiannya, ” papar nunung.

Jelas disini adanya tindakan pelanggaran yang di lakukan oleh BFI Finance Indramayu, yang seharusnya demi kemanusiaan maka hutang tersebut harus di hapus dan hal itu sudah kesepakatan lembaga pembiayaan keuangan, apalagi di banyak kasus yang lain BFI Finance cabang Indramayu.

Memberikan keringanan angsuran yang rendah tapi tidak di hitung berdasarkan hutang sisa angsuran yang ada adalah nilai hutang tetap, tapi angsuran di perkecil dengan waktu yang panjang.

Seharusnya pemerintah melalui OJK, PPATK dan departemen keuangan bukan hanya mengawasi tetapi turun ke bawah melihat perilaku lembaga peminjam keuangan.

Bagaikan mafia lintah darat ini iangan di diamkan saja, jangan karena berbadan hukum dan membayar pajak sehingga pelanggaran yang di lakukan kepada masyarakat tidak di tindak secara hukum!!! Yang nyata nyata sangat memberatkan rakyat!!!.Wahyu Jarrak Pos Indramayu.

Sumber :Jarrakposjabar.com
Editor : Kurnia
Pewarta : Wahyu Jarrakpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here