Indramayu.Jarrakposjabar.com. Kabupaten Indramayu memiliki bibir pantai yang sangat luas dan panjang di bandingkan dengan daerah lain, di Indramayu pula banyak muara muara sungai yang mengaliri setiap daerah dari timur, tengah dan barat, oleh karena itu mata pencaharian penduduk juga beraneka ragam, watah penduduk yang terkenal keras tapi juga masih menjunjung rasa hormat dan teposliro.

Selain terkenal dengan daerah penghasil padi dengan mutu terbaiknya se- Indonesia, mangga gedong gincu, ikan laut dan perairan darat, Indramayu juga terkenal dengan pengelolaan minyak dan gas bumi sebagai daerah pemasok untuk Pulau Jawa.

Disana hadir perusahaan terbesar yaitu Pertamina RU VI Balongan yang dampak kehadirannya di rasakan oleh masyarakat Indramayu.

Namun seiring dengan perkembangan zaman timbul masalah baru yaitu pencemaran di permukaan laut dan hal ini tidak bisa dipungkiri pernah terjadi di tahun 2008 silam.

Menurut humas Pertamina RU VI Balongan Cecep yang ditemui diruang kerjanya Rabu (20/01/21) di ruang kerja nya kompleks Wisma Jati desa/kecamatan Balongan mengungkapkan,”bahwa memang benar, pada sekitar tahun 2008 telah terjadi kebocoran pipa Floating Hose dan itu sudah ditanggulangi oleh Pertamina, dengan pihak terkait serta warga masyarakat pesisir pantai yang terkena dampak baik itu pertanian, budidaya perikanan, dan nelayan kecil sudah diberikan kompensasi yang semestinya.

Semua yang terkena dampak secara langsung atau tidak langsung, disamping itu pula Pertamina RU VI Balongan telah mengganti beberapa tanaman mangrove serta terumbu karang yang rusak/mati dengan program Konservasi alam ataupun menanam kembali mangrove, ketapang dan terumbu karang yang mati tadi dilakukan pada tahun 2014.

Dan Pertamina selalu mengajak masyarakat sekitar kawasan pantai serta penggiat lingkungan hidup untuk bersama sama melakukan kegiatan tersebut.

Kalau ada keluhan dari masyarakat tentang ceceran limbah minyak mari kita duduk bersama, dan nantinya limbah tersebut akan dicek bersama sama di laboraturium Pertamina serta Dinas Lingkungan Hidup Indramayu benar dan tidak itu milik Pertamina? Karena minyak mentah mempunyai spesifikasi tersendiri.

Perlu di kerahui setiap 2x atau sesuai kebutuhan Pertamina secara rutin melakukan Patroli pengecekan di semua Instalasi yang ada, apakah sudah aman atau tidak?

Karena pada hakekatnya di perairan laut Indramayu bukan hanya instalasi Pertamina saja yang ada tetapi, ada kapal muatan batu bara, kapal tongkang, Kapal nelayan tradisional yang hilir mudik dan kadang kala, membuang minyak (Solar dan oli bekas) ditengah laut ,ketika sampai ditepi pantai karena terbawa ombak langsung beranggapan itu perbuatan Pertamina.

Gimana pencemaran yang terjadi di aliran sungai Praja Gumiwang yang notabene banyak kapal nelayan yang membuang solar serta oli mesin ke aliran sungai tersebut????.

Pertamina RU VI Balongan siap berkoordinasi dengan semua pihak apabila ada laporan perihal pencemaran ,”papar Cecep.

Ketika ditanyakan di kantor Syah Bandar Indramayu dan diterina oleh staff Eko P perihal adanya pencemaran di aliran Sungai Praja Gumiwang serta hukuman bagi kapal nelayan yang membuang solar atau oli mesin di saat bersandar di KarangSong??

Eko P menjawab selama ini pihak Syah Bandar Indramayu telah melakukan sosialisasi pada nelayan yang melakukan pencemaran akan dicabut ijin operasionalnya kalau di ajukan tindak pidana kami belum melihat pasalnya, dan kami pun kesulitan untuk mendapatkan barang bukti berupa foto kapal mana saja yang melakukan hal tersebut.

Oleh karena itu bila ada pencemaran kami selalu berkordinasi dengan Pertamina RU VI Balongan dan Dinas Lingkungan Hidup ,”tegasnya.

Sementara itu ketika ditanyakan ke Dinas Lingkungan Hidup Indramayu menanyakan masalah tersebut diterima oleh Kabid Pencemaran Lingkungan H.Lutfi A mengatakan ,” bahwa pihak DLH selalu memberikan 2 tahapan untuk para pelaku pencemaran yaitu:
1. Dengan cara sangsi untuk membersihkan ataupun denda dan
2. Bisa dilakukan dengan Proses Pidana baik itu perdata atau pun pidana.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga selalu melakukan sosialisasi kepada nelayan dan pengurus koperasi di samping itu melakukan monitoring di KarangSong”tegasnya.

Dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan yang diwakili Kabid Budidaya mengatakan,” bahwa pihak dinas KKP selalu inten mengawasi semua kapal nelayan yang bersandar di Karangsong agar jangan membuang oli dan solar di aliran sungai kalau tidak mau menerima sangsinya,”paparnya.

Mari kita sadar dan selalu berbuat untuk bertanggungjawab terhadap pelestarian lingkungan dengan menjaga kelestarian alam dan tidak untuk mengotori lingkungan hidup demi kelestarian dan kesinambungan hidup anak cucu kita, bukan saling menyudutkan atau menjatuhkan intansi tertentu demi mendapatkan uang. Wahyu Jarrak Pos Indramayu.

Sumber : Jarrakpos News
Editor : Kurnia
Pewarta : Wahyu Jarrakpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here