8 Maret 2021

Pertamina RU VI engga mau jadi kambing hitam setiap adanya pencemaran di Pantai Indramayu

3 min read

Indramayu Jarrakposjabar. Pertamina merupakan satu perusahan yang bergerak dalam bidang minyak bumi yang dimiliki oleh negara Indonesia, bertujuan untuk mengeksporasi kandungan minyak bumi di wilayah Indonesia yang dipergunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Selain itu keberadaan Pertamina juga sangat penting bagi negara yaitu perusahaan negara yang dapat menghasilkan devisa dari sektor migas.

Hampir setiap pelosok negeri ini Pertamina selalu hadir melayani kebutuhan masyarakat terutama migas. Keberadaan Pertamina di Indramayu tidak bisa di pandang sebelah mata khususnya Pertamina RU VI Balongan sebagai unit pengolahan minyak salah satu lagi terbesar di pulau Jawa yang melayani kebutuhan minyak dan gas bumi Jakarta, Banten dan Jawa Barat bisa di bayangkan jika operasional Pertamina RU VI Balongan ini terganggu maka pasokan di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten juga akan tersendat.

Namun seiringnya dengan perkembangan zaman timbul masalah baru yaitu pencemaran di permukaan laut, dan hal itu tidak bisa di pungkiri menurut humas Pertamina RU VI Balongan Cecep yang ditemui di ruang kerjanya di komplek Wisma Jati kecamatan Balongan Jum’at(15/01/21) mengatakan ,” bahwa memang benar pada sekitar tahun 2008 telah terjadi kebocoran pipa dilepas pantai Indramayu dan itu sudah ditanggulangi oleh Pertamina dan masyarakat pesisir pantai pun sudah diberikan kompensasi yang semestinya.

Entah itu nelayan, petani tambak, mau pun petani darat yang merasakan dampak secara langsung dan Pertamina RU VI Balongan pun telah mengganti tanaman mangruv serta terumbu karang yang rusak dengan program konservasi ataupun penanaman kembali mangruv dan terumbu karang yang mati tadi.

Kalau ada keluhan dari masyarakat tentang ceceran limbah minyak mari kita duduk bersama, dan nanti limbah tersebut sama sama kita cek di laboratorium Pertamina dan DInas Lingkungan Hidup Indramayu benar tidak itu milik Pertamina?

Perlu diketahui setiap hari 4- 6 X Pertamina secara rutin patroli pengecekan baik itu di tempat eksprolasi maupun pipa bawah laut dan saat ini semua keadaan instalasi tersebut aman dan biasanya para Kapal tongkang maupun kapal tradisional yang hilir mudik di lepas pantai Indramayu selalu melakukan tindakan membuang solar atau oli bekas di laut.

Dan ketika sampai di tepi pantai langsung bermunculan itu Pertamina yang melakukan.gimana yang terjadi di sunga Praja gemiwang yang banyak kapal nelayan yang membuang solar dan oli mesin ke aliran sungai hal tersebut harus menjadi tanggungjawab kami?

Jadi Pertamina RU VI Balongan ini sudah cape selalu di sudutkan seperti ini,” tegasnya. Ketika mendatangi kantor syah bandar di Indramayu, diterima oleh staff Eko pramono kami tanyakan apakah ada sangsi atau hukuman bagi kapal nelayan yang membuang solar atau oli mesin di saat bersandar di Karangsong??

Eko Pramono menjawab selama ini pihak Syah Bandar Indramayu telah melakukan sosialisasi pada nelayan yang melakukan pencemaran akan dicabut ijin operasionalnya kalau di ajukan tindak pidana kami belum lihat pasalnya, dan kamipun kesulitan untuk mendapatkan barang bukti berupa foto kapal saja yang melakukan hal tersebut.

Oleh karena itu bila ada pencemaran kami kordinasi dengan Pertamina Balongan dan Dinas Lingkungan Hidup,Jujur pihak syah bandar sangat kesulitan apalagi bila ada pengaduan dari Lsm yang tidak ada bukti foto otentik siapa pelakunya, seharusnya yang berwenang itu adalah KUD Mina Sumitra sebagai induk nelayan tersebut “,paparnya.

Marilah kita sadar akan tanggungjawab masing masing dengan menjaga kelestarian alam dan tidak untuk mengotori lingkungan hidup demi kelestarian dan kesinambungan hidup anak cucu kita yang akan datang, bukan saling menjatuhkan atau mengkambing hitamkan intansi tertentu demi mendapat sekeping rupiah.Wahyu Jarrak Pos Indramayu.

 

Sumber : Jarrakpos News
Editor : Kurnia
Pewarta : Wahyu Jarrakpos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *