Indramayu Jarrakposjabar.com. Pemerintah mengucurkan dana stimulus melalui Kementrian perindustrian, perdagangan dan koperasi senilai 1,2 juta di dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui UKM (Usaha Kecil dan Menengah) se Indonesia melalui bank pemerintah.

Di Indramayu di gelontorkan dana UKM 1,2 juta di peruntukkan 6248 KPM ( Keluarga Penerima manfaat) yang di salurkan oleh BJB Cabang Indramayu untuk 18 kecamatan yang ada di wilayah Indramayu sedangkan 15 kecamatan sisanya melalui BJB Patrol.

Menurut penanggungjawab kegiatan Suni dari BJB Cabang Indramayu mengatakan ” bahwa BJB Cabang Indramayu mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menyalurkan dana 1,2 juta untuk 6248 KPM di mana proses pengajuannya melalui desa setempat.

Kemudian kecamatan dan data tersebut di olah oleh Dinas perindustrian , perdagangan dan koperasi kabupaten Indramayu, untuk di verifikasi ke pusat dan mendapat persetujuan dan kelayakan.

Baru kemudian hasilnya di serahkan ke BJB Cabang Indramayu untuk segera memberikan dana tersebut jadi dengan kata lain BJB hanya sebagai tempat pembayaran dana UKM tersebut bukan penentu atau pemutus nama yang berhak atau pun tidak”,paparnya.

Sementara pada saat pembagian dana 1,2 juta di kecamatan Sindang dari 10 desa yang berhak mendapatkan dana UKM sebanyak 462 PKM.

Menurut kasie kesos W.Warnadi mengatakan, “pihaknya hanya mendapatkan data penerima dari Dinas Perindustrian, perdagangan dan Koperasi berdasarkan usulan dari desa dan untuk pembagian dana UKM sendiri di bagi dalam 2 hari dimana hari pertama untuk 6 desa dan 4 desa berikutnya untuk hari ke 2.

Dan dalam pembagian dana UKM juga tetap memakai Protokol kesehatan serta melibatkan TNI, Polri dan Satpol PP”, tegasnya.

Ditempat terpisah tepatnya di Kecamatan Pasekan juga di adakan penyaluran dana UKM menurut Kasie Kesos Pasekan Heriyadi mengatakan ,” untuk kecamatan Pasekan sebanyak 177 PKM untuk 6 desa yang ada di kecamatan Pasekan jadi kalau di rata- ratakan masing masing mendapat 28 KPM dan uang tersebut langsung diterima oleh PKM tidak ada potongan karena masuknya melalui rekening.

Dan di harapkan untuk menumbuhkan kegiatan perekonomian masyarakat bukan untuk membeli kebutuhan sehari hari, hal ini yang kurang di mengerti oleh hampir semua penerima dana UKM ini’, tegasnya.

Memang dana UKM tersebut tekah menjadi milik masyarakat, tetapi masyarakat juga harus mempunyai kesadaran dari maksud pemerintah menggelontorkan dana stimulus tersebut tidak lain untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di masa pandemi ini bukan pemuas kebutuhan hidup.

Dan seharusnya pihak pemerintah desa, serta dinas perindustrian, perdagangan dan koperasi mengecek di lapangan apakah benar orang tersebut memiliki usaha serta perlu diberikan penyuntikan dana agar usaha perekonomian bisa tumbuh dan pulih bukan asal memberi sehingga timbul gesekan di akar rumput.Wahyu Jarrak Pos Indramayu.

 

Sumber : Jarrakpos News
Editor : Kurnia
Pewarta : Wahyu Jarrakpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here