BeritaDaerah

Kelompok Sumber Laut Mandiri mendapat Bantuan Program dari KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan)

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Pemerintah berusaha melakukan konservasi lingkungan hidup dengan cara pemberdayaan masyarakat demi pertumbuhan ekonomi di masa pandemi ini.

Banyak intansi dan departemen yang terlibat dalam melakukan program ini diantaranya KLH (Kementrian Lingkungan Hidup) melalui Perhutani, BPDAS, KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan) Pertamina dan lain lain.

Mereka selalu memberikan program pemberdayaan masyarakat dengan cara pembentukan kelompok padat karya dalam rangka pertumbuhan ekonomi di masa pandemi dan juga pelestarian kawasan hutan demi kehidupan masa datang serta ikut serta menjaga keseimbangan alam dari bencana alam yang akan menimpa bangsa ini.

Salah satu Kelompok yang mendapat program dari KKP adalah Kelompok Sumber Laut Mandiri yang beralamat di blok Tiris desa Pabean Ilir kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu.

Menurut Ketua kelompok Sumber Laut Mandiri yang bernama Nador menjelaskan bahwa Program ini di dapat atas bantuan P.Rizki yang merupakan Staff di KKP dengan cara pengajuan Program Persemayan dan pembibitan di mana untuk biaya pembentukan Polybag dihargai Rp.200,- dan bibit mangruv Rp.200,-.

Sedangkan upah pekerjaan untuk penanaman, penyulaman bibit yang mati serta penyiraman di berikan masing masing anggota yang terlibat mendapat upah Rp.100.000,- .

Sedangkan anggota yang ada 15 orang diperuntukkan 500 bibit pohon mangruv, mengenai dana yang diterima berkisar Rp.200.000.000,- dipergunakan untuk yang tadi diatas serta biaya pembuatan dan persiapan lahan dan nantinya bibit mangruv yang telah berdaun dua tersebut di jual kepada yang membutuhkan dengan harga antara Rp.2000, – s/d Rp.2500,- per batang mangruv jadi bukan untuk ditanam sendiri kita hanya penyedia bibit mangruv saja.

Masyarakat di blok Tegur dengan adanya program daripada KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan) ini sangat terbantu perekonomiannya apalagi di masa pandemi dan dimusim baratan seperti ini dimana banyak nelayan yang tidak bisa melaut karena ombak tinggi dan angin kencang, yang namanya kebutuhan ekonomi tetap harus berjalan dan dengan adanya program ini sekali lagi sangat sangat membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat”,paparnya.

Dengan adanya program pelestarian lingkungan yang berbasis pertumbuhan ekonomi masyarakat ini diharapkan tumbuhnya geliat ekonomi yang berdaya guna dan mampu menopong pertumbuhan dan pendapatan asli daerah yang sedang terpuruk karena pandemi ini, yang lebih penting lagi program yang di berikan ini bukan ajang pemanfaatan celah korupsi bagi semua pelaku kebijakan yang terlibat di dalamnya serta berkesinambungan bagi kehidupan perekonomian masyarakat desa di tepi laut,atau pesisir laut agar dapat terangkat harkat dan martabatnya. Wahyu Jarrak Pos Indramayu

 

Sumber : Jarrakpos News
Editor : Kurnia
Pewarta : Wahyu Jarrakpos

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: