8 Maret 2021

Kelanjutan Program Penerima SK.Kulin KK Dan LMDH Karya Wana Tiris

3 min read

Indramayu.Jarrakposjabar.com. Pemerintah mempunyai prgram mensejahterakan kehidupan masyarakat dengan berbagai macam cara serta program yang digelontorkan beragam demi menumbuhkan tingkat perekonomian masyarakat agar tidak terperuk.

Namun sangat disayangkan program yang digelontorkan secara ekslusiv ini kurang di barengi dengan tindak lanjut pengawasan dari masing masing pihak terkait sehingga yang ada hanya pencitraan belaka tanpa hasil akhir yang maksimal.

Salah satu kasus yang ada di sini adalah masyarakat yang hidup dekat kawasan hutan.

Pemerintah melalui kementrian Lingkungan Hidup meminta di bentuknya Kulin KK (Kelompok Lingkungan Kemitraan Kehutanan) Dana LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) yang keberadaannya langsung di tetapkan dengan SK (Surat Keputusan) Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) yang bertujuan membantu program pemerintah dalam rangka pelestarian lingkungan, Konvertasi hutan dan pengelolaan hutan dalam rangka menaikan nilai ekonomi masyarakat sekitar.

Di desa Pabean Ilir kecamatan Pasekan Indramayu telah terbentuk Kulin KK dan LMDH”Karya Wana Tiris sejak tahun 2007 yang mendapatkan hak pengelolaan hutan kurang lebih 363 Hektar dengan anggota kelompok berjumlah 370 orang.

Menurut ketua Kulin KK dan LMDH Karya Wana Tiris H. Suteja saat ditemui dikediamannya mengatakan ,”Pembentukan kelompok Kulin KK dan LMDH ini sudah dari tahun 2007 dan bukan perkara yang mudah untuk mendapatkan SK pengakuan dari KLH yang diserahkan langsung oleh presiden Jokowi di Bandung.

Perlu pengorbanan tenaga dan juga biaya yang tak sedikit untuk proses perijinannya termasuk akomodasi biaya pulang pergi Jakarta – Indramayu namun semua itu terbayar tatkala kami telah mendapatkan SK pengakuan dari pemerintah.

Namun mulai dari tahun 2018, 2019 dan 2020 anggota kelompok yang berjumlah 370 orang ini menanyakan program yang diberikan untuk pemperdayaan masyarakat tak kunjung turun.

Sampai akhirnya saya dipanggil Irjen untuk Zom meting dengan P.Sapta bersama dengan semua stokholder yang terkait baru setelah tahun 2020 ada program penanaman mangruv sebanyak 600 hektar dan kelompok Karya Wana Tiris mendapat jatah 20 hektar dengan anggota yang terlibat sebagai pekerja penanaman mangruv sebanyak 40 orang

Dan diberikan upah Rp.100.000, per orang dari Bawedas untuk lahan masuk ke rekening kelompok di gunakan untuk membeli bibit mangruv dan lahan sedangkan HOK atau upah masuk ke rekening masing masing pekerja dengan nama RHLPKM (Rehabilitasi Hutan Lindung Penanaman Kelompok Mangruv).

Walaupun dalam kenyataannya pembayaran upah setempat itu seharga Rp.1.10.000,- dan orang banyak yang meminta pekerjaan jadi akhirnya di serahkan pada keikhlasan anggota pekerja masing masing dan waktu kerjanya dikurangi.

Hal ini dilakukan agar perekonomian masyarakat dapat tumbuh, untuk uang lahan di pergunakan membeli ajir dan bibit mangruv yang di beli dari persemaian yang ada di Indramayu agar bisa terserap dengan catatan yang telah tumbuh 2 daun diambil dari KTH Wardaya dan Nurdin yang menjadi kendala adalah pengangkutan karena jarak yang ditempuh jauh maka menambah biaya dan waktu.

Meskipun begitu kelompok Karya Wana Tiris tetap melaksanakan dan alhamdulillah pada waktu penilaian penanaman serta perawatan mendapat nilai 95 lebih tinggi dari kelompok yang lain ini membuktikan komitmen kelompok Karya Wana Tiris tidak main main.

Cuma sampai dengan saat ini Kementrian Pemerintahan Masyarakat Desa belum pernah menggelontorkan program secuilpun, padahal kesepakatan bersama semua program di bawah PMD hal ini yang jadi pertanyaan kami sekarang “, ujarnya.

Bila aturan pengendalian program berada di tangan kemendes maka sudah seharusnya kemendes membuat program yang nyata dalam pemperdayaan masyarakat desa tersebut tidak usah saling lempar tanggung jawab.

Karena semua program di buat dalam rangka perkuatan sektor ekonomi masyarakat ditengah pandemi covid agar tidak terpuruk dan mulai tumbuh, alangkah elok kalau semua stokholder duduk bersama dalam rangka menyatukan visi dan misi program bantuan pemberdayaan apa yang pas buat Kulin KK dan LMDH ini dan mau di apakan mereka???.(Wahyu Jarrak Pos Indramayu)

Sumber : Jarrakpos News
Editor : Kurnia
Pewarta : Wahyu Jarrakpos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *