Cirebon, jarrakposjabar.com-Terjadi banjir di sungai Singaraja Kec. Lemahabang Kab. Cirebon, Sabtu 26/12/20. Pkl 17:00 Wib.

Banjir terjadi diakibatkan hujan lebat dari puku 16:00 hingga pukul 18:00 wib, sehingga menimbulkan air masuk kerumah-rumah warga.

Banjir tersebut juga akibat kiriman air dari sungai Cimanis melewati bendungan Kecepet, Desa Sampih Kec. Susukan Lebak mengalir ke bendungan plester Desa Leuwidinding Kec. Lemahabang dan terus mengalir ke Sungai Singaraja Kec. Lemahabang, sehingga terjadi banjir setinggi dada orang dewasa.

Dampak banjir tersebut meliputi Desa Tuk Karang Suwung, Desa Lemahabang Kec. Lemahabang dan Desa Japura Bakti, Desa Japura Kidul Kec. Asjap.

Namun yang mengalami paling parah berdasarkan pantauan adalah Desa Tuk Karang Suwung Kec. Lemahabang hingga jalan utama Desa tersebut yang berada di terowongan Kereta api hingga pukul 18:00 belum bisa di lewati oleh kendaraan karena ketinggian air masih setinggi dada.

Menurut salah satu warga Desa Lemahabang Munifudin (Munif) mengatakan, sebagian warga yang terdampak banjir panik dan mengungsi ke rumah-rumah saudaranya,”tutur Munif.

Hal ini dibenarkan juga oleh Munawir (Awing) warga Desa Tuk Karangsuwung yang mengatakan, sebagian yang terkena dampak banjir banyak yang mengungsi kerumah-rumah warga dan saudaranya sampai air surut,”tutur Awing

Awing mengatakan, banjir ini banjir kiriman yang cepat surut, tapi sangat merepotkan warga.

” Banjir ini banjir kiriman, dan cepat surut, tapi sangat merepotkan warga,”ujar Awing.

Awing berharap pemerintah Kab. Cirebon segera menangani penyebab banjir agar warga Desa tuk Karang Suwung khususnya Dusun I Blok Pulo undus yang paling sering terkena banjir kiriman tersebut tidak lagi terkena banjir,” pungkasnya.

Menurut Cardiwan salah satu pegawai (mantri) UPT Korwi 6 yang berada di lokasi banjir mengatakan, banjir ini sering terjadi karena banjir kiriman, dan sering terjadi banjir tiba-tiba kiriman dari Cimanis,”kata Cardiwan.

“Sungai ini di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” tutur Cardiwan.

Menurut Cardiwan setiap kali datang hujan dan banjir, pihaknya selalu memantau dan mengendalikan bendungan, agar banjir dapat dikendalikan, dan sampai pukul 21: diprediksi air bisa surut,”pungkasnya.

 

Sumber :jarrakpos News
Editor : Kurnia
Pewarta : HD.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here