Berita

Sisir Gereja Jelang Perayaan Misa Natal, Polres Kuningan Turunkan Pasukan Penjinak Bom

Kuningan, Jarrakposjabar.com – Perayaan Natal 2020 bagi umat Kristiani di Kuningan tinggal hitungan hari. Kepolisian sigap amankan beberapa tempat ibadah Gereja di Kuningan agar mencegah hal yang tidak diinginkan. Polres Kuningan  bersama tim Penjinak Bom Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat menggelar sterilisasi Gereja yang akan dipakai pelaksanaaan ibadah tatap muka menjelang Natal 2020, di Kuningan (Rabu, 23/12/2020).

Anggota Polres Kuningan yang dipimpin Kasubbag Dal Ops Bag Ops Polres Kuningan IPTU HARMINAL M.bersama Penjinak Bom Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat memulai sterilisasi di Gereja Hati Kudus dan Gereja Pantekosta di Indonesia Efeerata di Jalan Raya Kepuh Kuningan yang memiliki jemaat sekitar 500 orang. Penyisiran dimulai dari halaman gedung hingga masuk ruangan di sekitar altar gereja untuk memeriksa jika ada benda-benda yang mencurigakan sebelum misa Natal.

Kanit Jibom Polda Jabar IPTU Aceng Sudrajat menyatakan bahwa operasi sterilisasi gereja yang melaksanakan ibadah Natal secara tatap muka dilakukan di 8 gereja yang ada di Kabupaten Kuningan, antara lain Gereja Khatolik Hati Kudus Yesus, Gereja Pantekosta di Indonesia Efferata, Gereja Kristen Indonesia (GKI),  Gereja Khatolik Santo Korolus Borromeus, Gereja Khatolik Kristus Raja,  Gereja Khatolik Maria Putri Murni Sejati, Gereja Kristen Pasundan dan Gereja Bethel Indonesia.

Pasukan Gabungan Polres Kuningan dan Penjinak Bom Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat menerima arahan di Mapolres Kuningan (Rabu, 23/12/2020)

”Kami dari Tim Jibom Polda Jabar melaksanakan sterilisasi di wilayah Timur yang meliputi Polres Kuningan, Polres Majalengka, Polres Cirebon Kota, dan Polres Kota Cirebon. Ini yang pertama kami lakukan di Polres Kuningan. Yang pertama di gereja Hati Kudus dan tujuh gereja lainnya,” Ucap IPTU Aceng Sudrajat

Aceng menambahkan, sterilisasi ini dilakukan untuk memastikan gereja dalam kondisi aman saat digunakan untuk acara misa maupun ibadah natal.

“Sterilisasi ini dilakukan dengan menggunakan alat metal detector, mirror dan alat deteksi radiasi. Selain itu, memeriksa persiapan soal protokol kesehatan di gereja-gereja itu,” kata Aceng.

Sementara menurut Hero Mamangkey, Pendeta Gereja Pantekosta di Indonesia Efeerata, mengatakan, di masa pandemi saat ini pihak gereja akan melaksanakan misa Natal dengan tiga sesi. Setiap sesi hanya diisi 100 jemaat saja. Biasanya, ungkap kata Hero, jemaat yang datang ke hampir mencapai 500 orang.

“Karena pandemi, maka misa Natal ini dibagi menjadi tiga sesi. Setiap sesinya hanya 100 jemaat saja. Kami berharap pandemi Covid ini segera berakhir agar bisa kembali seperti biasa. Kami juga rindu suasana normal seperti sebelumnya ” Terang Hero.

Hero menjelaskan Jemaat yang masuk halaman gereja, langsung mencuci tangan kemudian diukur temperatur badannya dan menjaga jarak saat berbaris masuk serta duduk di tempat-tempat yang telah ditentukan. Sedangkan bagi jemaat yang dari luar kota, kata Hero, jauh-jauh hari sebelumnya pihak gereja sudah mengeluarkan pendaftaran bagi jemaat yang akan mengikuti misa dan memberikan himbauan yang datang ke gereja hanya yang ada di dalam saja. (AS)

 

Editor : LIe

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: