Cirebon, jarrakposjabar.com-Setelah menimbulkan berbagai polemik tentang pengiriman surat penetapan Wakil Bupati Cirebon terpilih Hj. Wahyu Tjiptaningsih.SE.MSi. Dimana surat tersebut di cekal oleh Ketua DPRD Kab. Cirebon Moh. Luthfi. MSi, kini menjadi terang benderang.

Pasalnya Luthfi telah memberikan penjelasan, mengapa surat tersebut tidak segera dikirimkan ke Kemendagri.

Luthfi mengatakan,” isi surat tersebut masih terdapat banyak diksi-diksi, seperti contoh, dalam isi surat tersebut terdapat tulisan” Kepada Yang Terhormat Mendagri RI Kab. Cirebon. Serta diksi pada UU no 10 th 2016 yg pengetikannya harus di perbaiki.

“inilah, mengapa surat tersebut tidak segera kami kirim ke Kemendagri karena ada kesalahan dari pihak tim pengetikan dan juga pada saya juga, yang terburu-buru menandatangani,dan atas kesalahan ini harus diperbaiki,”ujar Luthfi.

“Sejak hari kerja kita masih punya luang 14 hari, kan belum 14 hari kerja juga, sehingga masih ada waktu luang untuk di evaluasi.,”pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Fraksi PDI Perjuangan H. Mustopa. SH yang akrab disapa Jimus sempat mempertanyakan perihal pencekalan surat tersebut, sehingga menjadi terlambat pengiriman, dan terkesan menimbulkan tanda tanya besar, mengapa surat yang seharusnya satu minggu sudah dikirim, tapi pada kenyataannya sampai 12 hari belum juga dikirim,”ujar Jimus.

Sementara itu di lain pihak, Arjaya Mangku Negoro selaku tokoh senior PDI Perjuangan pun menduga, bahwa kesalahan tersebut ada unsur kesengajaan. Sebab selevel DPRD dalam urusan surat menyurat saja terkesan sembarangan dan asal-asalan, sehingga tidak masuk akal jika tidak ada unsur kesengajaan,”Ujar Arjaya.

Sumber:jarrakposNews
Editor: Kurnia
Pewarta: HD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here