BeritaPendidikan

SMPN 2 Sindang Siap Melaksanakan Pembelajaran Dengan Protokol Kesehatan Yang Ketat

Indramayu.Jarrakpoosjabar.Com. Pemerintah melalui Mentri Pendidikan Nasional berencana membuka kegiatan belajar mengajar(KBM) dengan tatap muka.

Namun mekanisme kebijakan pembukaan pembelajaran tatap muka pelaksanaannya di atur oleh pemerintah daerah setempat,dan tentunya tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini di sambut gembira oleh para guru dan murid, namun kegembiraan tersebut diliputi kecemasan tentang pandemi covid ini.

Jarrak Pos berdialog dengan salah satu Sekolah Menengah Pertama(SMP) negeri 2 yang merupakan salah satu barometer pendidikan di Indramayu.

Menurut kepala sekolah SMPN 2 Sindang H. Cecep Mujamil Spd. M.si mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik himbauan Mentri Pendidikan tersebut.

Namun pihaknya masih menunggu intruksi dari pemerintah daerah tentang mekanisme pembukaan pembelajaran tatap muka, dan pihak sekolah telah menyediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir di beberapa titik.

Setiap siswa dan guru yang masuk harus di ukur suhunya dengan termogun, serta pembelajaran itu sendiri di bagi 2 (dua) sif yaitu sif 1 mulai jam 07.30 – 10.00 dilanjutkan sif 2 mulai 10.00 – 13.00 tidak ada istirahat.

Setiap siswa diwajibkan membawa hands sanitieser, membawa bekal makanan serta tidak diperbolehkan berkumpul dan menjaga jarak.

Perlu di ketahui menurut Cecep Mujamil sekolah SMP N 2 Sindang sudah 4 tahun tidak pernah mendapat bantuan rehab baik dari pemerintah daerah Indramayu, provinsi Jawa Barat maupun nasional.

Jadi setiap ada kerusakan yang bersifat kecil kecil ditanggulangi sendiri dengan dana yang ada, semoga pemerintah dapat menggelontorkan dana perbaikan infrastruktur demi pendidikan yang berkualitas.

Dan setiap kebijakan sekolah yang berhubungan dengan secara langsung selalu di musyawarahkan dengan komite sekolah karena bagai manapun mereka para murid ini adalah aset yang sangat berharga demi kelangsungan kehidupan bangsa”tegasnya menutup dialog ini.

Memang pendidikan yang bermutu serta berkwalitas harus di dukung sarana dan prasarana yang memadai.

Coba kita lihat negara tetangga yang lebih maju tingkat pelaksanaan pendidikan dan itu dituntut peran serta masyarakat peserta didik dengan biaya yang fantastis.

Toh mereka ( orang tua) tidak ribut sampai di bawa ke media, karena tumbuhnya kesadaran bahwa pendidikan itu infestasi yang berharga dan biaya yang mahal dalam rangka proses pembekalan masa depan anak anak mereka.

Dan pada kesempatan ini ijinkan seluruh media jarrak pos Indramayu mengucapkan “Selamat hari PGRI, semoga kedepan guru selalu menjadi suri tauladan dan jasa mu tiada tara, serta jangan terlibat dalam ranah politik praktis”.(Wahyu Jarrak Pos Indramayu)

Sumber : Jarrakpos News
Editor : Kurnia
Pewarta : Wahyu Jarrakpos

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close
%d blogger menyukai ini: