Indramayu -Jarrakposjabar.com. Kurang dari 18 hari lagi ajang pemilihan bupati wakil bupati serentak dilaksanakan.

Pilkada yang di gadang gadang transparan, bebas KKN dan akuntable yang telah memakan biaya politik yang cukup mahal dan diselenggarakan ditengah pandemi covid-19 dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Di nodai dengan ketidak beresan dalam perekrutan anggota KPPS, hal ini ditemukan di salah satu kelurahan di kecamatan Indramayu TPS(tempat pemungutan suara) 07.

Di sinyalir berbau kepentingan, dimana ada beberapa anggota TPS merupakan anggota tim sukses salah satu calon bupati yang maju dalam Pilkada tersebut.

Menurut Csa yang ditemui di kantor kelurahan beralasan “bahwat ditempat tersebut tidak ada orang lagi katanya,dan yang sungguh memprihatinkan hanya melibatkan2 Rt(rukun tetangga)dari 6 Rt dalam1 RW(rukun warga) ini sungguh keganjilan.

Saat di konfirmasi ke sekertariat PPK Indramayu dan ditemui oleh Jaka Tanjung mengatakan”bahwa masukan ini diterima dan akan dijadikan delik laporan dari warga masyarakat dan akan di tindak lanjuti,tegasnya.

Masyarakat berharap penyenggaraan Pilkada ini betul betul adil, bersih dan sehat sesuai apa yang diharapkan oleh kita semua, jangan sampai penyenggaraan pilkada ini di nodai ataupun di tunggangi oleh kepentingan politis sesaat.

Yang harusnya tidak perlu terjadi serta netralitas dari panitia penyenggaraan pilkada sangat dibutuhkan agar tercapai partisipasi masyarakat meningkat 75 persen dalam penyenggaraan bisa terpenuhi.(Wahyu Jarrak Pos Indramayu)

Sumber : Jarrakpos News
Editor : Kurnia
Pewarta : Wahyu Jarrakpos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here