INDRAMAYU – JARRAKPOSJABAR.COM.
Bawaslu Indramayu mengadakan “Rapat kerja Teknis pengawasan logistik pada pemilihan bupati dan wakil bupati Indramayu yang bertempat di hotel Trisula bollyroom Jayakarta.

Rapat kerja teknis ini di ikuti 66 peserta dari 31 Panwascam se Indramayu.

Pada Rapat Teknis yang di hadiri oleh Supriyadi selaku komisioner bagian hukum dan penindakan mengatakan” bahwa rapat kerja teknis ini di adakan oleh Bawaslu.

Dengan tujuan agar para petugas Pawascam dapat mengawasi secara maksimal tentang kebutuhan logistik yang di terima oleh PPk yang akan di distribusikan ke PPS/TPS masing masing daerah pemilihan,agar dalam pelaksanaannya tidak mengalami kendala, karena pelaksanaan Pilkada sekarang ini sangat sangat berbeda.

Di samping kita mengawasi distribusi kotak suara, bilik suara, dan kertas suara beserta lainnya tetapi disini juga ada distribusi 12 item sarana protokol kesehatan yang distribusinya tidak kalah penting dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Indramayu ini.

Menyinggung beberapa pengaduan dari masing masing Paslon serta langkah yang telah di ambil Bawaslu, Supriyadi mengatakan” bahwa setiap pelaporan itu Bawaslu tindak lanjuti, termasuk pengaduan masalah netralitas ASN dan money politik”.

Cuma dalam hal ini Bawaslu tidak bisa sembarangan dalam menentukan sangsi dari jenis pelanggaran kita berkoordinasi dengan aparat hukum yaitu kepolisian dan kejaksaan yang ada di Gakumdu dan semua temuan dan pengaduan kita akan proses di sana.

Yang sangat di sayangkan belum adanya pengaduan secara resmi oleh masyarakat Indramayu, jadi pengaduannya berasal dari tim sukses Paslon atau lewat medsos(media sosial ) saja”tegasnya.

Bawaslu sebagai alat pengawasan dalam tahapan pemilihan ini hendaknya jangan sampai terjebak oleh intris intris kepentingan yang ada di balik pengaduan pelanggaran paslon.

Hal ini juga penting ditanamkan pada anggota Panwascam dan pelaksanaan Rapat Kerja Teknis sendiri telah melanggar protokol kesehatan di mana jumlah peserta over capasicy dari aturan maksimal 50 orang paling banyak dalam satu ruangan.

Ini sungguh ironi jangan sampai upaya pemerintah daerah menekan pembentukan klaster baru, justru menjadi kebalikannya. (Wahyu Jarrak Pos Indramayu)

Sumber : Jarrak News
Editor : Kurnia
Pewarta : Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here