Jarrak Pos Indramayu. Sudah mau hampir satu(1) tahun sejak peristiwa kebakaran yang melahap ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha dan satu ruang kelas melanda di SMPN 2 Indramayu melanda belum ada tanda tanda perbaikan seperti yang di janjikan oleh Pemerintah daerah Indramayu baik melalui PLT.

Bupati Taufik Hidayat, ketua dewan syaefudin, maupun Plt. Kepala Dinas Pendidikan Caridin mereka semua seolah lempar tangan, kita yang di dapat adalah dana D.A.K yang di ajukan tahun 2019 silam dan yang dapat 3 jenis pekerjaan rehab Laboraturium, ruang kelas depan, ruang guru dan ruang aula yang disekat menjadi ruang tata usaha(tu).

Menurut ketua pelaksana proyek Hj.Mutiah Spd, di dampingi oleh bendahara H.Nusa mengatakan bahwa dana D.A.K untuk laboraturium dan mebeler senilai Rp.170.000.000, rehab ruang guru dan perabotannya senilai Rp.220.000.000 dengan sistim swakelola, dan rehab ruang perpustakaan perabotan dan ruang belajar senilai Rp.156.000.000.

Jadi alokasi dana D.A.K seluruhnya senilai Rp.546.000.000 belum termasuk pajak 10%, biaya konsultan 4% dan biaya lain lain 3% total dana D.A.K yang sudah dicairkan 70% dari nilai keseluruhan.

Jadi pada prinsipnya jika sekolah ini melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) masih sangat kekurangan ruang belajar sebanyak 4 ruangan” tegas Hj.Mutiah Spd yang keseharian menjabat sebagai humas.

Bila mengacu pada aturan keuangan negara dan pemerintah daerah yang berbunyi penyenggara pemerintah( kepala daerah) wajib dan boleh mengeluarkan keuangan jika dalam keadaan bencana atau darurat sepanjang penggunaannya dapat di pertanggungjawabkan dengan pernyataan keadaan tersebut yang dikeluarkan oleh dinas atau instansi lembaga terkait.

Jadi dalam hal ini pemangku kebijakan wajib memperhatikan hal tersebut sepanjang bukan untuk kepentingan politis atau pencitraan semata. (Wahyu Jarrak Pos Indramayu)

Sumber Berita : Jarrakpos News
Editor : Kurnia
Pewarta : Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here