BeritaDaerahKab. Indramayu

Amelia Bocah 10 Tahun Mengalami Kelumpuhan Setelah Usia 4 Bulan Dilahirkan

Indramayu, JarrakposJabar.Com — Sungguh tragis nasib Amelia bocah umur 10 tahun mengalami kelumpuhan sejak usia 4 tahun setelah di lahirkan oleh ibunya. Pasangan Castinah dan Soleh hudin tidak menyangka anak ke 2 ( dua) dari 3 bersaudara mengalami penyakit kelumpuhan ini.

Menurut Castinah yang merupakan warga desa Cantigi Kulon kecamatan Cantigi kabupaten Indramayu bahwa, “Pada saat proses kehamilan sampai dengan kelahiran Amelia tidak memiliki gejala kelainan baru pada saat usia 4(empat) bulan amelia tidak bisa gerak apalagi berdiri, duduk tegak saja tidak mampu, dan selama ini tidak pernah berobat ke medis yang di lakukan hanya pengobatan tradisonal saja,” ujar Castinah.

(Doc. Jarrakposjabar)

Ketika di tanya ke suami Solehudin mengatakan selama ini Amelia tidak pernah mendapat bantuan berobat baik dari desa, kecamatan, Puskesmas ataupun Pemda Indramayu baik bantuan makanan ataupun kartu berobat (BPJS) untuk orang miskin, dan selama ini karena kelumpuhan yang diderita oleh Amelia untuk makan saja harus di kunyah oleh ibunya.

“Pernah pada bupati H.Supendi mengundang ke pendopo itupun bareng sama anak anak distabilitas (berkebutuhan khusus) diberikan bantuan kursi roda yang saat ini dipake itupun hanya 1 kalinya aja selebihnya tidak ada perhatian dari pemerintah,” tutur Solehudin.

(Doc. Jarrakposjabar)

Memang tragis negeri ini di saat pemerintah menggelontorkan dana trilyunan rupiah untuk berbagai program termasuk kesehatan masyarakat ternyata masih ada juga warga desa cantigi kulon Rt.007/002 yang berdiam di tanah bantaran sungai (PU) yang luput dari pelayanan kesehatan karena seorang Amelia yang mengalami kelumpuhan jelas di sini pemerintah desa, kecamatan, kepala Puskesmas dan pemerintah daerah belum hadir ditengah tengah jerita masyarakat? Kemana dana desa, dana kesehatan dan APBD yang konon katanya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Sungguh ngeri negeri ini dimana pejabatnya tidak perduli pada nasib warganya, hanya ambisi politik dan pencitraan belaka tanpa mau turun ke bawah untuk mendengar, melihat dan berbuat untuk kesejahteraan warga masyarakatnya.

 

 

Pewarta : Wahyu 

Editor : Lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: