(Doc. Jarrakposjabar)

Bandung, JarrakposJabar.Com — Menyikapi tindakan represif yang di lakukan oleh oknum polisi pada akhir- akhir ini di kota bandung dan daerah daerah di jawa barat, Aliansi Poros Mahasiswa Dan Pemuda 580 (poros 580) gerudak markas polisi daerah jawa barat, Jumat (22/10/2020.

Risky Brave salah satu orator menyebutkan bahwasanya beberapa hari lalu massa aksi demo omnibuslaw (uu cipta kerja) mendapat tindakan-tindakan yang tidak sepantasnya yaitu tindakan represif dan penangkapan pada mahasiswa pemuda dan pres dan itu adalah bentuk pengianatan yang di lakukan institut kepolisian.

(Doc. Jarrakposjabar)

Di dalam orasinya Risky Brave menyampaikan terkait tindakan tekanan dari pihak kepolisian yang di arahakan kepada massa aksi telah mencoreng ketidak tepatan ruang-ruang demokrasi dalam menyampaikan aspirasi yaitu hak berpendapat di muka umum.

“Kami harap tindakan intimidasi untuk menghalangi menyampaikan seruan aksi tidak di halangi dan tidak di intimidasi, sebab sebelum kami melakukan aksi itu sudah banyak yang menghubungi dan mencoba memberhentikan niat kami untuk menyampaikan aspirasi, dan tindakan semacam itu telah menciderai simbol ilmu pengetahuan dan kebebasan akademik,” tegasnya.

(Doc. Jarrakposjabar)

“Oleh karena itu, aliansi poros mahasiswa dan pemuda 580 (poros 580 ) menuntut kapolda jabar untuk mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggung jawaban atas tindakan represif oleh pihak kepolisian,” tegasnya.

Massa aksi yang berjumlah puluhan itu juga menuntut kapolda jawa barat untuk menangkap dan mengadili aparat kepolisian yang bertindak represif dan menuntut membebaskan massa aksi yang di tangkap semena mena oleh kepolisian.

(Doc. Jarrakposjabar)

“Kami juga menyerukan dan mengajak kepada seluruh mahasiswa dan pemuda seperjuangan untuk berkonsolidasi, serta melanjutkan perjuangan dan perlawanan terhadap kekuasaan yang semakin hari semakin menindas dan menyengsarakan rakyat,” tuturnya.

“Kepada seluruh mahasiswa dan kawan-kawan untuk tidak takut dalam menyuarakan penolakan dan kritikan selama tidak menyalahi Pancasila dan UUD 1945,” tutup Risky Brave dalam orasinya.

 

 

Penulis/Editor : Lle

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here