INDRAMAYU – JARRAKPOSJABAR – NEWS
Bertempat di Pondok Pesantren Modern Darul Ma’arif desa Kaplongan kecamat Karang Ampel Kabupaten Indramayu,Kamis (22/10/20) diadakan upacara peringatan “Hari Santri Nasional (HSN).

“Dengan tema santri sehat Indonesia kuat”, di hadiri oleh ketua yayasan Dr. Dedi Wahidin , Ketua Nahdatul Ulama (NU) Juhadi Muhamad, Paslon No1 Sholihin – Ratnawati, para santri dan pengasuh pondok pesantren yang berjumlah 500 orang dari seluruh santri 5000 santri.

Dalam sambutannya, ketua Pembina Yayasan Darul Ma’arif Dr Dedi Wahidi mengatakan bahwa para santri harus bisa,meneruskan tonggak perjuangan para Kyai, ustad dan ulama dalam perjuangan bangsa ini kedepan.

Semoga dengan peringatan hari santri nasional ini para santri dapat mengambil nilai nilai kebaikan dalam perjuangan dari para santri mulai perjuangan merebut kemerdekaan sampai dengan saat ini.

Dan perlu dikerahui saat ini santri darul ma’arif tetap melakukan kegiatan tanpa ijin untuk keluar lingkungan ini.”ujar dewa.

 

Sementara itu paslon no 1 sholihin mengatakan ” bahwa sesuai dengan tema santri sehat Indonesia hebat, pesantren Darul Ma’arif ini adalah salah satu pesantren tersehat se Jawa Barat dan para santri intelektual bersih dan sehat.

Kedepan santri harus tampil sehat dan kuat patut di tiru jika terpilih nanti guru ngaji, madrasah di beri tunjangan gaji dan insentif dari APBD dengan kata lain ingin mensejahterakan sesuai undang undang.

Sementara Rahmawati” saya bisa melihat sesuai mottonya santri sehat Indonesia kuat, karena pesantren identik dengan kumuh, kotor dan jorok itu tidak mencerminkan dari islamnya.

Tetapi hal itu tidak berlaku di ponpes Darul Ma’arif ini dan saya berfikir apabila terpilih akan membangun pesantren yang sehat di kabupaten Indramayu dan akan memberikan ruang yang luas bagi perempuan di Indramayu.”tegas Ratnawati.

 

Semoga dengan Peringatan Hari Santri Nasiobal ini bisa merubah wajah pesantren yang merupakan tempat mendidik calon bangsa untuk tidak menonjolkan sifat komersilalisme dalam pengelolaannya serta merubah paradigma pesantren itu lembaga pendidikan yang kumuh, jorok dan menghasilkan perbedaan kasta dalam penanganan santri santri baru kedepannya”Selamat Hari Santri Nasional”

Sumber : Jarrakpos News
Editor. : Kurnia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here