Kam. Nov 26th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

KPI rubah paradigma” Randa Cilik Turunan Indramayu (RCTI)”

2 min read

Indramayu, Jarrakposjabar.com|
Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dan Penggiat perempuan dan forum anak Indramayu kamis (15/10/20) bertempat di hotel Wiwi Perkasa bolyroom Tasya mengadakan Talk Show  tentang paradigma Randa Cilik Turunan Indramayu.

Dalam acara yang di hadiri oleh beberapa narasumber Darminih, Zahra Amin, raswinah, H.Syaefudin (ketua DPRD Indramayu) dan di hadiri aktivis perempuan dari berbagai golongan organisasi.

Foto suasana giat (dok.jarrakposjabar)

Dalam pengantarnya Zahra mengatakan bahwa ” ekspolitasi perempuan sekarang ini sudah sangat memprihatinkan dimana ekspolitasi sendiri bukan hanya dilakukan oleh pihak lain tetapi dilakukan oleh orang dekat dalam hal ini anggota keluarga seperti kekerasan dalam rumah tangga(KDRT), perdagangan manusia dengan berbagai motif (TKI ) dan perkawinan di usia muda, perampasan hak perempuan/ anak untuk meniknati masa mudanya.
Oleh karena itu dirinya selalu menyuarakan pentingnya perlindungan perempuan.

Sementara itu Syaefudin lebih menekankan upaya DPRD Indramayu dengan cara membuat peraturan daerah(Perda) bersama pemerintah daerah dalam rangka melindungi wanita Indramayu, memang diakui oleh syaefudin bahwa apa yang DPRD lakukan belum maksimal tetapi yang jelas pihaknya sudah berusaha serta mengakomodir masukan dari pihak perempuan tegasnya.

Foto suasana giat (dok.jarrakposjabar)

Dalam kesempatan itu pula diadakan sesi tanya jawab dengan peserta dan dari acara tersebut dapat ditarik kesimpulan:
1. Perempuan juga mahluk tuhan yang perlu di lindungi dan di hormati.
2.Berikan kesempatan yang luas kepada perempuan dan anak dalam berpartisipasi dalam membangun bangsa.
3. Hargai dan hormati hak perempuan dan anak dengan cara tidak mengekspolitasinya.
4 Tekan angka perkawinan di usia muda.
5. Ubah paradigma Randa Cilik Turunan Indramayu menjadi Randa Cerdas Turunan Indramayu .

Semoga dengan adanya acara Talk show ini dapat menggugah kesadaran semua pihak khususnya perempuan dalam memperjuangkan haknya dan yang jelas tidak melanggar kodrati perempuan dalam keluarga tanpa mengurangi hak haknya.

Pewarta :
Wahyu Jarrak Pos Indramayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *