Indramayu, Jarrakposjabar.com.|
Bertempat di aula kantor KPUD Indramayu dilakukan rapat kordinasi (Rakor) pembentukan Kelompok Pelaksanaan Pemungutan Suara (KPPS) yang di hadiri oleh komisioner KPUD (Dewi Nurmalasari, Pitrah dan Labib) perwakilan Polres, perwakilan Kodim, Kejaksaan Indramayu, Dinas Trantib dan Dinas kesehatan Indramayu.

Dalam keterangannya komisioner KPUD Indramayu Dewi N menjelaskan maksud dari diadakan Rakor ini adalah dalam rangka penerapkan protokol kesehatan juga mencegah terbentuknya klaster   baru dalam pelaksanaan Pilkada nanti, oleh karena itu petugas KPPS, PPS, dan pihak keamanan pada penyenggaraan Pilkada  nanti akan dilakukan Rapid Test dengan pelaksana kegiatan Dinas Kesehatan Indramayu yang diketuai oleh dr. Wawan, dan pelaksanaan rapid test sendiri berlangsung pada pertengahan bulan November karena pekaksanaan penyaringan petugas KPPS 6-11 November 2020 serta pelaksanaannya akan melibatkan 49 Puskesmas yang ada di Indramayu.

Foto: Rangkaian Giat (dok.jarrakposjabar)

Masing masing Puskesmas di sediakan 10 tenaga medis untuk melayani anggota KPPS dan PPS nantinya bila ada yang dinyatakan reaktif maka akan dilakukan tahap sweb dan bila hasilnya pisitif maka diharuskan menjalani isolasi serta wajib mengundurkan diri menjadi anggota KPPS dan PPS .

Memang dimasa pandemi sekarang ini kita perlu berhati hati serta menyiapkan segala sesuatu semaksimal mungkin, agar pelaksanaan pilkada ini menimbulkan ekses yang baru bagi masyarakat nanti ibarat kata “sedia payung sebelum hujan” persiapkan sesuatu sebelum virus menyerang biar apa yang kita lakukan tidak sia sia, dengan kata lain penyenggaraan pilkada sukses tanpa ekses klaster covid-19.

Pewarta:
Wahyu Jarrak Pos Indramayu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here