INDRAMAYU, Jarrakposjabar.com|
Kamis (15/10/20). Bertempat di halaman kecamatan Pasekan     diadakan sosialisasi TPPO/Traficking, KDRT dan Pornografi.

Foto suasana kegiatan (dok.jarrakposjabar)

Hadir dalam sosialisasi tersebut Muspika Pasekan ( Camat A.Syarifudin AS, Kapolsek Iptu Kardiyah, Danramil diwakili Babinsa Wawan) para kepala desa( Musthofa Pagirikan, Makoli Karang anyar Ilir, Nasito Pabean ilir) didampingi para perangkat desa dan ketua PKK.

Pada Sosialisasi hadir sebagai pembicara adalah Kepala Bidang kekerasan Perempuan anak Polres Indramayu Indri, Dinas Kominfo wawan, Dinas Pendidikan Supandi.

Foto suasana kegiatan (dok.jarrakposjateng)

Dalam sambutannya Kabid Robihin yang mewakili Kepala DP3A Dra.Hj.Lily Ulyati MA yang berhalangan hadir karena ada rapat dinas mengatakan bahwa dewasa ini angka kekerasan yang di alami oleh perempuan dan juga anak saat ini mengalami peningkatan baik itu kasus kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan perempuan maupun pornografi yang terus meningkat baik secara fisik maupun non fisik, hal ini karena beberapa faktor antara lain pernikahan pada usia muda, tekanan ekonomi maupun karena kekurang pahaman  fungsi dan kedudukan dalam rumah tangga.

Dalam kasus pornografi juga semakin meningkat seiring perkembangan teknologi dalam genggaman, konten konten yang berbau pornografi sangat mudah di dapatkan jadi perlu kesadaran semua pihak dalam menanggulanginya” tegas Robihin.

Sementara itu Indri yang mewakili Polres Indramayu mengatakan bahwa saat ini di divisi perlindungan perempuan dan kekerasan anak mengatakan “dewasa ini banyak kasus pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga ini akibat dari konflik kekerasan dalam rumah tangga yang berkepanjangan dan  berbuntut pada kekerasan fisik dan non fisik sering kali korbannya itu pihak perempuan sehingga kita semua perlu perlindungan bagi wanita dari kekerasan, disamping itu pula banyak juga korban dari kasus pornografi oleh karena itu perlunya masyarakat untuk mengedukasi bahasan mana yang pornografi dan mana yang bukan. Apalagi dalam era digital banyak juga konten konten pornografi jadi perlu pengawasan ekstra dari para orang tua.

Foto kegiatan (dok.jarrakposjabar)

Menurut Supandi yang mewakili dinas pendidikan mengatakan ” bahwa di tengah pandemi ini dimana pendidikan di laksanakan secara online perlu dibangun kebersamaan dari para orang tua dalam mengawasi putra putrinya menggunakan hp tidak dilepas begitu saja mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai Sekolah menengah atas(SMA/SMK) baik dalam pola pergaulan maupun pola istirahat artinya anak tidak di perkenankan tidur larut malam ataupun main sampai larut malam,dengan kata lain orang tua harus lebih inten dalam mengawasi perilaku anak.”tegasnya.

Sedangkan dari pihak Kominfo wawan lebih menekankan pentingnya para orang tua mengetahui teknologi android guna memilah dan memilih konten dalam ponsel, artinya di berikan batas waktu dalam menggunakan ponsel ke anak anak. Pada hakekatnya pencegahan kekerasan, perjualan anak/ perempuan dan pornografi bukan tanggungjawab pemerintah semata, tanpa bantuan dan peran serta dari seluruh masyarakat semua itu tidak dapat ditekan bahkan terus meningkat bagaikan bom waktu.

Mari kita perangi bersama stop kekerasan dalam rumah tangga, stop perdagangan manusia dan stop pornografi bukan slogan belaka.

Pewarta :
Wahyu Jarrak Pos Indramayu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here