(Doc. Jarrakposjabar)

Indramayu, JarrakposJabar.Com —Dewasa ini ditengah kesulitan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup, di butuhkan sikap perduli serta mau berbagi dengan mereka yang membutuhkan, masih sangat sedikit orang yang berkecukupan untuk perduli terhadap sesamanya, namun hal itu tidak berlaku bagi seorang tokoh muda yang bergerak di bidang kontruksi bersama istri yang tinggal di sebuah desa percantilan Pagirikan kecamatan Pasekan Indramayu.

Maruf Peles dan Eni Istrinya yang setiap bulan selalu menyambangi dari rumah ke rumah dalam wilayah kecamatan Pasekan Yang terdiri dari 6(enam) desa.

Menurut Maruf Peles dan Eni hal ini dia lakukan setiap bulan selalu mengeluarkan sisa dari pendapatan usahanya untuk dibelikan beras sebanyak 1,2 ton beras di bagikan kepada 420 fakir miskin yang ada di 6 ( enam ) desa, “Serta pemberian beras ini tidak ada embel-embel apa pun, jadi murni karena sifat sosial untuk berbagi saja,” ujarnya.

(Doc. Jarrakposjabar)

Sementara itu di lapangan salah satu penerima manfaat dari Maruf Peles Surtiyah warga desa Brondong mengatakan bahwa sudah 10 bulan ini dirinya selalu mendapat bantuan paketannya beras dari Peles dan Eni sertakan pemberian tersebut tanpa kaitan apapun dan Surtiyah merasa terbantu apalagi di usia 70 tahun ini yang tidak bisa mencari nafkah buat dirinya.

Lain halnya dengan Darpiyah penduduk desa Pasekan dirinya telah 4 x menerima bantuan beras ini dan mendo’a kan agar Peles dan Eni selalu diberi kelancaran usaha, diberikan kesehatan agar bulan depan dirinya mendapat bantuan beras lagi karena beras yang di bagikan itu bukan beras sembarangan melainkan beras baru, “Tidak seperti beras bantuan dari pemerintah yang apek baunya dan rasanya kurang enak,” ucapnya.

(Doc. Jarrakposjabar)

Tanpa bermaksud ujub dan tak kabur semoga akan tumbuh Peles dan Eni yang lainnya yang mau menyisihkan sebagian pendapatannya buat warga masyarakat sekitar tempat tinggal dan memerlukan uluran dari masyarakat yang mau berbagi dengan tulus ikhlas terhadap sesama tanpa embel-embel politik, pencitraan atau sejenisnya demi terwujudnya masyarakat yang adil makmur dalam kecukupan kebutuhan sandang, papan dan pangan.

 

 

Pewarta : Wahyu 

Editor : Lle

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here