(Doc. Jarrakposjabar)

Indramayu, JarrakposJabar.Com — Bawaslu Indramayu mengadakan Sosialisasi Netralitas ASN, Polri/TNI dan perangkat desa/kelurahan selama Pelaksanaan Pilkada serentak di Indramayu.

Hal ini di jelaskan Nurhadi Spd selaku ketua Bawaslu Indramayu di Gedung Gakkumdu Indramayu mengatakan kegiatan ini serentak dilaksanakan mulai Senin-Rabu (21 s/d 23-9-20) di masing-masing Kecamatan mulai jam 09.00 – 17.00 wib di bagi menjadi 2 gelombang, gelombang pertama mulai hari senin jam 09.00- 11.00 Wib 6 kecamatan, gelombang ke 2 mulai jam 11.00 – 17.00 Wib 6 kecamatan begitu juga hari kedua(2) dan hari ketiga cuma 3 kecamatan.

Sementara itu pada pelaksanaan hari kedua di kecamatan Widasari yang di hadiri Muspika ( Camat Dulyono S.Sos, Kapolsek AKP John, Danramil Amin) bertempat di aula kecamatan Widasari nampak hadir 10 kepala desa, Uptd Pertanian, Kepala Puskesmas, Uptd Bkkbn, Panwascam dan Bawaslu yang di ketuai Yati.

(Doc. Jarrakposjabar)

Dalam penjelasannya mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar para birokrat dan Polri/ TNI bersifat netral karena bisa tidak akan di kenakan pasal dan sanksi bae yang bersifat ringan sampai berat tergantung dari pelanggaran yang diperbuat serta keputusan itu nanti pengadilan yang memutuskan,” tegas Yati.

Pukul 11.00 Wib kegiatan sosialisasi dilakukan di kecamatan Lelea yang dilaksanakan di balai desa Lelea juga di hadiri Muspika (Camat Hatta, Kapolsek Akp Agus.s ) para kepala desa yang berjumlah 11 desa, dan dihadiri oleh panwascam dan Bawaslu (Supriadi).

Supriadi dalam penjelasannya, “Mengharapkan agar para Asn, kepala desa/perangkat desa dan Polri/ TNI bersifat netral dan tidak terlibat politik praktis, baik itu mengarahkan, menghimbau atau ikut menghadiri salah satu balon bupati/ wakil yang maju dalam Pilkada Indramayu mendatang, karena akan terkena sanksi baik administrasi maupun pidana dan hal ini sudah di buktikan pada pilkada sebelumnya, oleh karena itu pikirkan sebelum bertindak karena semua akan di awasi, dicekal dan di tanggkap,” tuturnya.

(Doc. Jarrakposjabar)

Acara di akhiri dengan penanda tanganan deklarasi netralitas pada pilkada mendatang oleh semua yang hadir.

Bila semua perundangan sudah di sosialisasikan maka kini kita tinggal mengawasi pelaksanaan pilkada Indramayu agar semua bisa mematuhi aturan main termasuk dalam hal ini money politik dan juga menghargai keputusan penyenggara pemilu baik itu KPU maupun Bawaslu jangan pernah mengerahkan masa yang berlebihan serta masyaraka, juga di tuntut untuk menerjma kekalahan dan menang dalam sebuah pertandingan bukan termakan propokasi karena fanitisne yang berlebihan sehingga merugikan diri sendiri yang berujung dalam tindakan pidana.

 

Pewarta : Wahyu 

Editor : Lle

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here