(Doc. Jarrakposjabar)

Indramayu, JarrakposJabar.Com — Dalam rangka percepatan dan perbaikan penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) KPUD Indramayu melakukan bimbingan teknis bertempat di gedung PGRI jalan Wirapati kecamatan Sindang Indramayu.

Bimtek berlangsung selama 2 (dua) hari dari hari jum’at sampai Sabtu (18-19 September 2020). Bimtek ini diikuti sebanyak 317 orang dibagi dalam 2 (dua) season, season 1 (pertama) sebanyak 160 orang perwakilan 160 desa/1 orang = sedangkan season ke 2 (dua) sebanyak 157 orang operator data pemilih pps dari 157 desa.

Menurut ketua kegiatan, Masykur yang juga menjabat ketua program data KPUD Indramayu menjelaskan, “Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Indramayu dengan maksud untuk menyamakan persepsi tentang data penduduk yang tepat dan akurat karena selama ini kendalanya berada di bidang administrasi kependudukan dimana masih banyak orang yang hanya memiliki surat keterangan (Suket), kartu tanda penduduk (KTP) yang belum punya, ataupun orang tersebut sudah meninggal cuma belum di keluarga (karena bagi KPUD Indramayu patokannya data yang kita olah adalah berdasarkan hasil coklit kemarin,” ujarnya.

(Doc. Jarrakposjabar)

Perlu diketahui Daftar Pemilih Sementara (DPS) mulai dipasang sejak hari sabtu (19-09-20) di masing-masing kantor kepala desa, ketua RW/RT masing- masing agar mendapat tanggapan dan saran dari warga masyarakat sampai dengan tanggal 28-09-20.

Harapannya adalah KPU.D memiliki data yang berkualitas sehingga berkualitas juga pelaksanaan Pilkada nantinya tanpa ada kecurangan, dan kekacauan data, “Pemilih tetap dan juga KPU.D Indramayu telah melakukan beberapa tahapan dengan maksud ada perbaikan dan tanggapan dari setiap tahapan yang telah atau akan di jalankan sehingga dalam hal ini kpud Indramayu benar benar bersih, kridibel dan adil tidak memihak pada salah satu Paslon tertentu sebagai penyenggara pemilihan,” tegasnya.

Sementara itu perwakilan peserta bimtek dari desa Gabus wetan menuturkan bahwa, “Selama bimtek ini dirinya beserta teman-teman yang lain di buat bingung dengan regulasi yang di keluarkan KPUD karena selalu berubah ubah, namun dia juga menyadari semua itu dilakukan dalam rangka perbaikan demi kelancaran pilkada kedepan dan selama bimtek ini mendapat tas punggung dan kelengkapan yang lainnya,” ujar wawan salah satu operator desa gabus.

(Doc. Jarrakposjabar)

Sementara itu menurut narasumber dari Disdukcapil Kumad Monoisman SH.MM menjelaskan bahwa, “Semua itu bisa di koordinasikan antara pihak Rt/Rw, Desa dan kecamatan bila mana ada warganya yang pindah, meninggal dunia, menikah atau telah memunuhi syarat untuk mendapatkan KTP atau kartu keluarga (KK) jadi selama ini kurangnya koordinasi antara lembaga terkait.¬† Mudah mudahan hal ini bisa diatasi,” ucapnya.

Memang segala permasalahan bisa diatasi dengan kita koordinasi, terbuka dan jemput bola ke bawah tidak hanya menunggu saja, marilah kita bersama bersatu padu demi pelaksanaan pilkada yang jujur, terbuka dan adil tidak memihak pada kepentingan tertentu dengan pemimpin yang bermartabat sesuai dengan pilihan rakyat Indramayu.

 

Pewarta : Wahyu 

Editor : Lle

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here