BeritaDaerahKab. Indramayu

KPUD dan PPK Tentukan Titik Lokasi Kampanye

Indramayu, JarrakposJabar.Com — Bertempat di aula KPUD Indramayu jl.simpang lima Indramayu Sabtu (19/09/20). Dilakukan rapat koordinasi penentuan titik kampanye antara KPUD Indramayu dengan Para ketua PPK se- Indramayu, pada rapat yang diketuai komisioner KPUD Dewi dan di hadiri 2 komisioner lainnya dan ketua PPK yang berjumlah 31 kecamatan di bagi dalam 2 gelombang dan rapat tetap mengacu pada protokol kesehatan.

Rapat kordinasi sendiri membahas alar peraga kampanye, daerah pemasangan dan jumlah minimum dan maksumum dari masing masing paslon APK nya.

Dalam keterangannya Dewi menjelaskan bahwa, “Untuk Pilkada tahun ini pihak kpud ingin menyeragamkan bentuk ukuran serta batasan tempat-tempat mana saja yang boleh dipasang apk, karena pada dasarnya ada apk yang di buat oleh kpud dan ada apk yang di buat oleh paslon yang banyaknya 2x dari jumlah yang pihak kpud Indramayu buat,” tuturnya.

(Doc. Jarrakposjabar)

“Untuk tempat-tempat mana saja yang dilarang pemasangan apk yaitu pertama, Area sekolah atau tempat pendidikan termasuk kampus. Kedua, Area tempat ibadah masjid, musholah, gereja, wihara, pure. Ketiga,  Area tempat perkantoran pemerintah serta dalam pemasangan apk mandiri masing-masing paslon wajib melapor pada kpud dan ppk kecamatan masing masing agar nantinya kita bisa memastikan berapa jumlah dan di mana apk tersebut di pasang, dan juga setiap PPK harus menyerahkan rencana tertulis tempat yang akan dijadikan pemasangan apk termasuk juga softcopy nya agar tidak tumpang tindih dalam pemasangannya,” jelas Dewi.

Dalam rapat koordinasi ini sendiri di bagi dalam 2 gelombang di mana gelombang pertama dari jam 13.00 wib diikuti oleh 15 utusan PPK dan gelombang kedua dimulai jam 15.30 di ikuti 16 utusan PPK se Indramayu.

“Pemasangan sendiri akan dilakukan mulai tanggal 26 September atau setelah pengundian nomor paslon,” ujar labir yang juga komisioner KPUD Indramayu yang hadir pada rapat koordinasi tersebut.

(Doc. Jarrakposjabar)

Sudah seharusnya segala sesuatu di atur sedetil mungkin agar dalam pelaksanaannya tidak memancing kegaduhan dan juga berikan pemahaman yang cukup kepada para pendukung masing masing paslon agar tidak menimbulkan gagal faham yang berakibat anarkis karena potensi gesekan akar rumput para simpatisan dan kader paslon pasti akan terjadi kalau tidak di persiapkan se dini mungkin.

Karena pilkada yang jujur, terbuka dan adil menghasilkan pemimpin yang sehat serta berkualitas bukan pemimpin yang menghitung modal mesti balik, ingat bagai mana pun fanatisme yang berlebihan membawa kehancuran calon itu sendiri.

 

Pewarta : Wahyu

Editor : Lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: