Rab. Sep 30th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Tuntutan Para Pelaku Seniman Pantura Indramayu

2 min read

Foto : Puluhan pelaku seni Pantura Indramayu melakukan aksi turun kejalan dan berorasi di depan pintu gerbang alun alun Indramayu. (Doc. Jarrakposjabar)

Indramayu, JarrakposJabar.Com — Puluhan pelaku seni Pantura Indramayu Jum’at, (11/09/20) melakukan aksi turun kejalan dan berorasi di depan pintu gerbang alun alun Indramayu.

Menurut kordinator aksi bang Iwan menjelaskan, “Bahwa aksi damai pelaku seni pertunjukan dari mulai Sandiwara, Wayang kulit, Organ tunggal, penata suara, laigtting dan sebagainya menuntut pencabutan Perpub tentang pembatasan hiburan yang hanya sampai jam 17.00 wib saja, sedangkan di daerah kabupaten /Kota madya tidak ada pembatasan. Sudah kurang lebih 8 bulan kami mematuhi perbub tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Suzi Arzeti menuturkan “Perlakuan tidak adil yang pelaku seni terima di mana para seniman hanya boleh melakukan pertunjukkan pada siang hari saja, di bandingkan cafe dan warung remang remang, di perbolehkan buka malam hari sampai subuh dan dampaknya orang yang hajat tidak berani menggelar hiburan ini artinya kami tidak dapat job dan sama artinya pelaku seni tidak bisa memberi nafkah pada keluarganya,” ucapnya.

Setelah mediasi cukup lama di dampingi oleh kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Carsim akhirnya Plt Bupati Taufik Hidayat mau menemui para pelaku seni dan memenuhi tuntutan pelaku seni dengan mencabut perbub tentang pembatasan hiburan dengan syarat pelaku seni harus mau di periksa kesehatannya dengan cara swab gratis dan mekanisme pemeriksaan di atur oleh Dinkes dan Disbubpar Indramayu secara bergantian.

(Doc. Jarrakposjabar)

“Surat keterangan sehat itu yang akan menjadi dasar boleh manggung atau tidak ” tutur Taufik.

Dengan adanya perbub yang baru dan berlaku mulai besok akhirnya pelaku seni mengucapkan syukur yang tidak terkira dan berterima kasih kepada pemerintah daerah Indramayu dalam hal ini Plt.Bupati Indramayu Taufik Hidayat yang mau mengerti aspirasi pelaku seni dan tepat pukul 10.40 Wib akhirnya aksi pelaku seni pun membubarkan diri dengan tertib.

Memang semua permasalahan bisa di carikan titik temunya dan asal jangan memaksakan diri yang ujung ujungnya dapat merugikan orang lain. Semoga keputusan yang di ambil Plt.bupati tidak berbau politis apalagi di masa pilkada ini di mana, setiap paslon memerlukan dukungan dan simpati untuk memperoleh suara.

 

Pewarta : Wahyu 

Editor : Lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *