(Doc. Jarrakposjabar)

Indramayu, JarrakposJabar.Com — Kantor KPU.D Indramayu Jum’at, (04/09/20) kembali menuai kritik pedas dan tuduhan tidak sedap hal ini terjadi pada proses pendaftaran calon bupati Indramayu Nina – Lucky yang diusung 4 Partai Politik (PDI.P, Gerindra, Nasdem dan Perindo) .

Hal ini terjadi pada saat anggota tim Pemenangan yang juga anggota DPRD Indramayu (Rohman SE, Anggi, Kiki Z) tidak diijinkan masuk oleh pihak kepolisian di karenakan sudah melebihi batasan orang yang boleh masuk sebanyak 20 orang.

Menurut Rohman,SE yang juga ketua fraksi PDI.P DPRD Indramayu dirinya adalah anggota tim pemenangan Nina – Lucky dan ketua KPUD Indramayu juga telah menelfonnya agar di suruh masuk, tapi hal itu tidak di indahkan oleh komandan Dalmas Polres Indramayu kecuali ijin Kapolres Indramayu, akhirnya Rohman SE berorasi bahwa dirinya juga yang menyetujui anggaran buat KPUD.

(Doc. Jarrakposjabar)

Uang yang di pakai adalah uang rakyat dan diduga ada permainan dengan calon yang di usung Golkar dalam hal ini Randu gede.

Setelah bernegoisasi cukup lama sampai mau buka baju akhirnya Rohman SE, Anggi. N dan Kiki Z di beri kesempatan untuk masuk ke dalam kantor KPU.D Indramayu. Memang seharusnya masing-masing pihak menahan diri dan sebaiknya masing-masing calon mengajukan list nama tim pemenangan yang boleh masuk.

Serta taat hukum yang berlaku gimana mau baik kalau hukum dan perundangan di injak-injak oleh pembuat dan pemangku undang undang itu sendiri dan yang penting adalah komunikasi harus jalan dua arah.

 

Pewarta : Wahyu 

Editor : Lle

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here