Sel. Sep 29th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Pembunuh Nenek Sanah, Di Tewak Polisi Di Pasar Induk Tangerang

2 min read

Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik SIK, saat gelar perkara kasus pembunuhan Sanah (79) di Mapolres Kuningan (Rabu, 02/09/2020)

Kuningan, Jarrakposjabar.com – Kasus pembunuhan Nenek Sanah Binti Atmadiraksa (79) yang terjadi di Dusun II Rt 02 Rw 04 Cibodas Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin pada bulan Mei 2020 lalu berhasil diungkap oleh Satuan Reserse Kriminial (Satreskrim) Polres Kuningan. (Rabu, 02/09/2020)

Pelaku pembunuhan yakni Dedi alias Taspin (40) yang ditangkap di Pasar Induk Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Tangerang Kota Tangerang. Motif pembunuhan akibat pelaku merasa sakit hati dan dendam kepada korban karena karena sering menghina orang tua nya

Pengungkapan pembunuhan berhasil dilakukan oleh (satreskrim) Polres Kuningan setelah proses penyidikan dan penyelidikan serta pengembangan kasus sejak olah TKP, hasil otopsi jenazah korban hingga tracking keberadaan pelaku pembunuhan.

Konpers Pengungkapan kasus Pembunuhan oleh Satreskrim Polres Kuningan

Kasus tersebut terjadi pada bulan puasa yang lalu tanggal 12 Mei 2020 pukul 10.30 WIB, ketika anak korban Caskini Binti Madhasim  (55) datang ke rumah korban pukul 16.00 WIB untuk mengantarkan makan buka puasa, saat masuk ke ruang tengah, Caskini melihat korban sudah meninggal dengan posisi badan telungkup dengan wajah tertutup bantal diatas kursi panjang.

“ Saat jenazah korban dimandikan oleh Tasriah (anak korban), muncul kecurigaan karena melihat tubuh korban agak ganjil, terdapat luka bengkak dan lebam di sekitar wajah korban. Sontak Tasriah langsung melaporkan kepihak berwajib” ucap Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, S.I.K saat kopers pengungkapan kasus di Mapolres Kuningan.

Kapolres Kuningan menambahkan berdasarkan hasil dari otopsi jenazah korban, proses penyelidikan dan keterangan dari para saksi, Polisi mencurigai Dedi alias Taspin sebagai pelaku pembunuhan. Polisi langsung menyelidiki keberadaan tersangka hingga dapat menangkapnya di Pasar Induk Kel. Tanah Tinggi Kec. Tanggerang Kota Tanggerang. Setelah diinterogasi akhirnya tersangka pun mengakui perbuatannya.

“ Pelaku dijerat dengan pasal 338 dan 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana kurungan 15 tahun penjara. Sesuai keterangan pelaku, pelaku membunuh korban akibat sakit hati dan dendam terhadap korban yang sering menghina orang tua pelaku” Tutur Kapolres

Salah satu barang bukti berupa bantal yang dipakai pelaku membunuh korban

Kapolres menjelaskan, selain membunuh korban, pelaku juga membawa perhiasaan emas milik korban sebesar 16,6 gram, lalu dijual ke daerah Kabupaten Cirebon  dengan harga sekitar Rp. 3.900.000dan kabur melarikan diri ke daerah Tanggerang.

Saat pengungkapan kasus, polisi mengmpulkan barang bukti berupa 1 (satu) lembar surat perhiasan emas jenis kalung berat 10,5 gram seharga 3.360.000, 1 (satu) lembar surat perhiasan emas jenis gelang berat 4 gram seharga 1.280.000, 1 (satu) lembar surat perhiasan emas jenis bandul kalung berat 2,1 gram seharga 546.000.

Selain itu terdapat 1 (satu) buah bantal berwarna putih bercorak bunga yang terdapat noda darah, 2 (dua) buah busa kursi yang terdapat noda darahnya, 1 (satu) buah kaos pendek warna orange merk Nevada. Barang bukti lainnya berupa 1 (satu) buah celana pendek warna putih merk Nevada, 1 (satu) buah celana pendek, 1 (satu) buah kaos wama biru, 1 (satu) buah kain panjang warna coklat motif batik, 1 (satu) buah BH warna hitam, 1 (Satu) buah kerudung wama kuning dan 1 (satu) buah kaos lengan pendek warna putih biru bertuliskan “Alkaline”. (AS)

Editor : LIe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *