Sen. Sep 21st, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Tokoh Senior PDIP, Arjaya Mangku Negoro Turun Gunung Menyikapi Pro dan Kontra Wabup PAW dari PDIP

2 min read

Foto : Tokoh senior mantan Ketua DPC PDIP pertama Kab. Cirebon Arjaya Mangku Negoro (Arjaya) (Doc. Jarrakposjabar)

Cirebon, JarrakposJabar.Com — Ditengah – tengah pro dan kontra yang terjadi di sebagian kecil masyarakat Kab. Cirebon prihal wabup Pengganti Antar Waktu (PAW) dari PDIP.

Tokoh senior mantan Ketua DPC PDIP pertama Kab. Cirebon Arjaya Mangku Negoro (Arjaya) turun gunung menyikapi hal tersebut, Senin 17/08/20.

Arjaya mengungkapkan, pro dan kontra dalam dunia politik di alam demokrasi ini adalah hal yang lumrah terjadi, sebab itu dinamika dalam kebebasan berpendapat.

Namun pihaknya sangatlah tidak terima ketika ada seklompok kecil warga masyarakat yang menolak calon yang bakal diusulkan dari PDIP, “Sebab dalam Pemilu 2019 calon yang di usung PDIP menang dalam satu paket, sehingga kekosongan Wakil Bupati ini adalah hak tunggal dari PDIP,” ujarnya.

Menurut Arjaya, “Suka dan tidak suka juga hal yang lumrah, tapi jika sudah menolak calon yang sudah direkom, ini sunggu sangat tidak etis, bahkan melanggar aturan, sebab siapapun yang di direkom adalah hak Partai Kami,” tuturnya.

Arjaya mengajak pihak-pihak yang tidak suka agar membiasakan diri dengan tidak mengutamakan su’udzon, sebab dalam hal ini tidak ada yang bisa menjamin kalau calon lain itu akan bersih, “Siapa yang bisa menjamin, ada engga yang bisa menjamin,” pungkas Arjaya.

“Marilah kita positif thinking saja dengan Ayu. Allah saja mengajarkan kepada hamba-Nya untuk tidak su’udzon. Insya Allah Ayu akan memperbaiki segala kekurangan yang pernah dilakukan oleh suaminya, dan saya yakin beliau akan lebih berhati-hati agar tidak terprosok dilubang yang sama untuk menebus kesalahan suaminya di masa lalau,” terangnya.

“Kita harus bijaklah ya dalam menyikapi hal ini, sebab didunia ini tidak ada dosa waris Dan logika hukumnya seperti itu. Jadi jangan sampe kesalahan suaminya di wariskan kepada istri dan anak-anaknya, kasihanlah ya,” katanya

“Sebagai sesama manusia tentu kita harus mempunyai rasa kasihan,” ucapnya.

 

Pewarta : HS

Editor : Lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *