Sel. Sep 29th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Ratu Jogja : Hormati Adat Istiadat Dan Hak Masyarakat Adat Sunda Wiwitan

2 min read

Kuningan, Jarrakposjabar.com – Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas secara khusus mendatangi lokasi penyegelan makam dan tugu Satangtung di Blok Curug Goong, Desa Cisantana Kecamatan Cigugur. Jumat (24/07/2020). Ratu Jogja ingin melihat langsung permasalahan polemik (penyegelan) pembangunan makam yang mengundang perhatian nasional.

Turut menemani Ratu, Kyai Maman Imanul Haq (anggota DPR RI), Kyai Marzuki Wahid, Ina Sjarifudin Ketua ANBTI (Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika). Setelah meninjau lokasi, Menurut Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, persoalan ini menjadi catatan kami, akan kami bahas lembaga legislatif di DPD dan DPR RI untuk menanyakan kenapa ini terjadi. Mengingat pihak keluarga sudah mengadukan kemana mana. Tentu persoalan ini kita pelajari dengan data valid.

GKR Hemas saat mengunjungi lokasi penyegelan makam paseban di Blok Cigugur, Desa Cisantan Kec. Cigugur (Sabtu, 25/07/2020) Foto: Dokumentasi akun Facebook Ina Sjafrudin)

“ Kamipun di Jogja, makam Raja Raja dibangun diatas makam  pribadi, dan pembangunan makam tidak mempengaruhi apa apa bagian adat tradisi budaya. Masyarakat harus paham, adat istiadat budaya nusantara tidak bisa dihilangkan, tidak bisa disamakan dengan kepentingan yang lain. Kalo kita tidak memakai budaya sendiri, lalu memakai budaya siapa ?. Budaya adiluhung ini perlu di lestarikan” Tutur Ratu Hemas saat diminta tanggapan oleh media

Kyai Maman Imanul Haq Anggota DPR RI Fraksi PKB yang menemani Ratu di lokasi menyatakan, usai isu #Klepon kemarin, maka hari ini saya katakan #stoparabisasi, tidak penting dalam nuansa Indonesia yang memiliki aneka ragam budaya adiluhung. Kita harus bangga dengan kebudayaan sendiri, masyarakat adat adalah paku paku kebudayaan nusantara yang perlu dijaga.

Sementara menurut Ina Sjarifudin, Ketua ANBTI (Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika)  berkomentar yang diunggah di laman medsos facebooknya. Mengatakan kedatangan kami dengan kapasitas yang kami miliki, sebagai bagian dari masyarakat yang berkomitmen menjaga dan memperjuangkan kehidupan berbangsa & bernegara berbasis Konsensus Nasional berupa Pancasila, Konstitusi, Bhinneka Tunggal Ika & NKRI.

“ Harapan bersama semoga segera ada solusi yang menyejukan. Terima kasih atas gerak cepat Ibu GKR Hemas, Kyai Maman dan Kyai marzuki Wahid. Apa yg kita dengar dan kita lihat bersama di lapangan menjadi suatu hal yang memperkuat komitmen, untuk kita perjuangkan bersama untuk menempatkan sebuah masalah yg hrs dicari solusinya pada basis advokasi kebangsaan” Ungkap Ina Sjafrudin Ketua ANBTI.

Bagi Ina, Rama Sepuh Pangeran Djatikusumah adalah guru kebangsaan, sesepuh adat kebhinekaan yang semakin langka. Ia juga sebagai Deklarator ANBTI (Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika).

Ina melanjutkan, ada pengakuan resmi negara dari Kemendikbud RI tahun2017 pada Rama Djati Sebagai Tokoh Budaya, juga dari BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) 2019 pada Komunitas Sunda Wiwitan Cigugur sebagai Ikon Prestasi Pancasila. (AS)

Editor : LIe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *