Pendidikan

Bulan Agustus KBM Tatap Muka Siswa Di Kuningan Dimulai

Kuningan, Jarrakposjabar.com – Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Drs. H. Uca Somantri. M.Si saat dengar pendapat (hearing) dengan insan media di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sukamulya, Cigugur. (Jumat, 24/07/2020).

Saat ini regulasi Kegiatan KBM dari pusat sudah jelas, untuk tingkat SMP dan SMA Tahun Ajaran baru masuk tanggal 13 Juli 2020. Sedangkan untuk tingkat SD dibulan September, dan TK/Paud/Kober bulan November.

Menurut Kepala Dinas Drs. H. Uca Somantri. M.Si pihaknya lakukan survey lapangan, banyak orang tua murid merasa kerepotan dalam fasilitasi pembelajaran anak didik di rumah. Menurut mereka, murid sudah jenuh dan bosan belajar di rumah via online daring.

Dengar pendapat (Hearing) Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kab. Kuningan dengan insan media (Jum’at, 24/07/2020)

“ Jangan kan menunggu sampai Bulan November 2020, selama 4 bulan saja sudah ga mampu fasilitasi anak didik. Kita bisa cek anak didik kita, mereka merasakan bosan kegiatan belajar mengajar d rumah. “ ungkap Kadis Uca.

Menurut Kadis, ketika anak didik belajar dirumah yang dominan memmegang hp, bukan malah semakin berkembang, justru yang muncul rasa intoleransi sosial, menimbulkan sifat egois pada diri anak, anak menjadi individualistis, karakter nya membangun.

“ Hal ini pun dirasakan oleh tenaga pendidik (guru). Prinsip pembelajaran tidak hanya proses transfer knowledge (ilmu pengetahuan) tetapi juga diharapkan mampu mentrasfer etika, sikap sosial dan sifat panutan. Kalo dilakukan dengan online, pasti tidak akan dapat ” Tambah Uca

Uca Somantri berharap bulan Agustus proses kegiatan belajar mengajar tatap muka sudah dapat dilaksanakan tentu dengan memperhatikan standar protokol kesehatan. Sesuai SOP kita sudah tersurat ada formulasi pembelajaran yaitu menjaga jarak, memakai masker, terdapat fasilitas penunjang, (hand sanitizer). Dan proses tersebut diperhatikan sejak berangkat ke sekolah hingga pulang ke rumah.  Dikelas pun maksimal siswa harus 20, dan guru metode mengajarnya tetap ditempat, tidak boleh mondar mandir.

“ Evalusi kami selama pembelajaran daring, ada sekitar 53 desa pinggiran yang akses jaringan internet terkendala. Di perkotaan pun, masih ada kendala, seperti kuota atau hpnya kurang mendukung. Masukan dan saran dari rekan rekan media akan menjadi bahan kebijakan kami untuk di bahas tingkat pimpinan “ Tutur Uca

Penggunaan masker saat KBM tatap muka nanti dilaksanakan, menjadi perhatian Pemda Kabupaten Kuningan. Sudah terprogam akan membantu sekolah SD yang siswa nya kurang dari 100 siswa dan sekolah SMP siswa nya kurang dari 250, diberikan masker dan Thermometer Gun.  Bagi sekolah yang melebihi jumlah diatas, dilakukan secara swadaya. (agh@n)

Editor : LIe

 

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close