Sel. Sep 29th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Cegah Peningkatan Stunting, Pemda Kuningan Ngariung Bareng Cari Solusi

2 min read

ilustrasi. Sumber Foto : bone.go.id

Kuningan, Jarrakposjabar.com – Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Permasalahan stunting menjadi perhatian besar Pemerintah Kabupaten Kuningan, oleh sebab itu mengantisipasi pencegahan stunting, Dinas Kesehatan Kab. Kuningan gelar Urun Rembuk untuk menanggulanginya di Hotel Horison Tirtsanita, Sangkanhurip, Rabu (22/07/2020).

Pertemuan Rembuk Stunting Dalam Penanggulangan Stunting di hadiri Bupati Kuningan, Sekda Kab Kuningan, Anggota DPRD Kab Kuningan Tresnadi, beberapa Kepala SKPD Kabupaten Kuningan, Ketua DWP Kabupaten Kuningan, dan Para Undangan.

Pertemuan Urun Rembuk Pencegahan Stunting oleh Dinas Kesehatan Kab. Kuningan (Rabu 22/07/2020)

Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH mengatakan pertemuan ini merupakan gerak pencegahan stunting, yang sejalur dengan program nasional Presiden Joko Widodo. Walaupun dalam masa pandemi wabah Covid-19,  Pemerintah Daerah tetap maskimal bekerja dan memperhatikan pelayanan masyarkat khususnya sektor kesehatan

” Penyebab stunting dari akibat gaya pola hidup, ekonomi dan sosial. Ekonomi sulit membuat semuanya serba susah. Mari ciptakan lingkungan sehat dan baik. Saya minta hasil dari pertemuan ini dapat menggolkan langkah langkah dan kebijakan untuk pencegahan stunting  “ himbau Bupati

Ditempat yang sama Sekretaris Daerah Kab. Kuningan DR. H. Dian Rachmat Yanuar, M. Si menjelaskan bahwa problem stunting menjadi ancaman serius bagi anak Indonesia. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini.

Menurut Sekda, terdapat 10 Desa jadi prioritas pencegahan stunting di Kuningan Tahun 2019 yaitu Sagaranten, Citundun, Pakembangan, Kadurama, Ciputat, Sukaraja, Cikeusik, Cisantana, Ciasih dan Bunigeulis. Akar masalah utama stunting yakni kemiskinan, pendidikan rendah, dan ketersediaan Pangan seperti kurangnya asupan gizi kepada janin/bayi.

“  Perlu 8 aksi konvergensi dan implikasi peran dari Pemerintah Daerah antara lain Analisis Situasi, Rencana Kegiatan, Rembuk Stunting, Perbup/Perwali tentang Peran Desa, Pembinaan Kader Pembangunan Manusia, Sistem manajemen data, pengukuran dan Publikasi data stunting serta Reviu Kinerja Tahunan “ Ungkap Dian.

Sekda mengatakan problem stunting menjadi tanggung jawa kita bersama baik pemerintahan desa, kabupaten, provinsi dan pusat. Pencegahan dini bisa dilakukan dengan memberikan ASI dan MPASI kepada bayi sejak lahir. Selain itu menjaga lingkungan agar sehat seperti akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang baik. Lalu gizi ibu hamil harus terpenuhi serta pemantauan di Posyandu dalam pertumbuhan balita. (AS)

Editor : LIe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *